SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Ketua Panwaslu Kabupaten Trenggalek Agus Trianta mengatakan pihaknya saat ini mulai mengawasi jalannya tahapan pemilihan kepala daerah. Salah satunya memantau kemungkinan adanya ASN atau PNS yang terlibat dalam aksi dukung-mendukung kandidat tertentu.

Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Trenggalek mengimbau para aparatur sipil negara (ASN) menjaga netralitas menjelang Pilkada Jatim 2018. Terlebih Bupati Trenggalek Emil Dardak akan ikut berkompetisi dalam pesta demokrasi tersebut.

"Meskipun belum ada pendaftaran maupun penetapan calon kepala daerah, ini menjadi salah satu penekanan kami dan sudah saya sampaikan kepada jajaran yang di bawah, untuk senantiasa memantau kerawanan-kerawanan tersebut," kata Agus.

Menurutnya, rencana majunya Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak bersama Khofifah Indar Parawansa hampir dipastikan akan meningkatkan suhu politik. Tak hanya itu, hal tersebut juga berpotensi mengganggu netralitas para pegawai negeri.

Agus mengatakan, sesuai dengan amanah Undang-Undang ASN Pasal 9 ayat 2, ASN dilarang terlibat dalam politik praktis, sehingga ASN harus terbebas dari pengaruh maupun intervensi semua golongan, termasuk partai politik tertentu.

"ASN tetap memiliki hak memilih, tapi jangan disalahgunakan dengan menjadi tim sukses atau pengerah masyarakat untuk memilih calon tertentu, meskipun pak bupati nantinya ada di dalam pusaran pilkada itu sendiri," ujarnya.

Agus menambahkan, imbauan serupa ditujukan kepada aparat TNI maupun Polri. Pihaknya berharap TNI dan Polri tetap konsisten dan menjunjung tinggi profesionalitas dalam menjalankan tugas. dt