Wakapolres Malang, dan Kasatreskrim Malang saat gelar perkara di Mapolres Malang. (SP/AZM)

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menggunkan sosial media (Sosmed) tentu harus bijak. Bukan malah digunakan untuk hal yang negatif seperti dilakukan oleh para pemuda asal Kota Malang yaitu berinisal SDP (16) dan ARR (25) asal warga Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang melakukan pembobolan ATM di kantor cabang salah satu bank di daerah KecamatanTumpang, Kabupaten Malang akibat melihat video tutorial di youtobe.

Ide negatif itu muncul lantaran desakan membayar hutang bagi kedua pemuda tersebut. Seperti yang disampaikan oleh salah satu pelaku berinisal ARR, "mau membayar hutang tidak punya uang, saya pun bingung mas. Lalu iseng melihat video di youthbe, menemukan tutorial membobol bank," Rabu (31/01/2018) saat di Mapolres Malang.

Wakapolres Malang, Kompol Decky Hermansyah mengatakan, bahwa kedua tersangka sebelum melakukan pembobolan sudah janjian di sebuah tempat. Dan pelaku yang berinisial ARR telah meyiapkan peralatannya dan melakukan pembobolan, sedangkan SDP mengawasi keadaan sekitar. Lalu pada hari Jumat 26 Januari lalu beraksi membobol ATM, tapi aksinya gagal.

"Keadaan yang semakin pagi dan aksinya gagal, ARR mengajak SDP pulang. Terungkap kedua pelaku tersebut dari bukti rekaman CCTV yang terpasang di sekitar ATM dan olah TKP. Sehingga dilakukan penyelidikan yang mengarah ke pelaku," ujar Decky Hermansyah.

Barang bukti yang diamankan, lanjut Decky Hermansyah, yakni kaos yang dikenakan, sendal, satu buah linggis, tas ransel, satu set bor, satu set tas listrik milik ARR dan sebuah kendaraan Toyota Calya warna merah.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, Kedua pelaku akan dikenakan Pasal 363 ke 4e KUHP Jo Pasal 53 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara tentang percobaan pencurian.azm