Istri Koruptor Jadi Walikota

Dewanti Rumpoko Dilantik, Eddy Rumpoko yang Ditahan KPK Hanya Bisa Kirim Surat

 

Dewanti Rumpoko ketika pelantikan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (27/12). FOTO SP/Robert ; Eddy Rumpoko, tersangka suap Rp 500 juta.


SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Dewanti Ruparin Diah Rumpoko alias Dewanti Rumpoko bisa bernafas lega, setelah dirinya resmi dilantik sebagai Walikota Batu periode 2017 – 2022, Rabu (27/12/2017). Ia menggantikan Eddy Rumpoko, suaminya yang saat ini menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Eddy diduga menerima suap Rp 500 juta dari pengusaha Filipus Djap, terkait proyek belanja modal dan mesin pengadaan meubelair di Pemkot Batu senilai Rp 5,26 miliar.
------------
Laporan : Solehan Arif – Ibnu F Wibowo
------------

Pelantikan dilakukan Gubernur Jatim H. Soekarwo di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Pelantikan ini berdasarkan Surat Keputusan/SK Menteri Dalam Negeri nomor 131.35 – 3173 Tahun 2017 tanggal 22 Mei 2017 tentang Pengangkatan Walikota Batu dan SK Mendagri nomor 132.35 – 3174 Tahun 2017 tanggal 22 Mei 2017 tentang Pengangkatan Wakil Walikota Batu. Dengan demikian Dewanti Rumpoko dan Punjul Santoso resmi menjadi Walikota Batu dan Wakil Walikota Batu. Ini sekaligus meneguhkan politik dinasti Edy Rumpoko yang ‘mewariskan’ jabatannya kepada istrinya.

Seusai pelantikan, Dewanti tak banyak berkomentar kepada awak media. Bahkan, beberapa pertanyaan yang dilontarkan wartawan tidak dijawab oleh sang wali kota. Dewanti hanya menyatakan, dirinya bersyukur atas pelantikan tersebut.

"Saya bersyukur atas pelantikan ini. Semoga saya bisa bekerja dengan baik. Semoga saya bisa bekerja dengan amanah," ucap Dewanti seusai pelantikan.

Bahkan, saat ditanya program-program akan dijalankannya saat menjabat, Dewanti tak bersedia memaparkannya. Dewanti hanya menyatakan, program-program yang baik, yang telah dijalankan wali kota terdahulu (Edy Rumpoko), yang tak lain adalah suaminya akan diteruskan.

"Semua program Mas Eddy (Rumpoko) yang baik akan saya teruskan. Banyak sekali seperti pertanian, pariwisata, itu dua hal yang paling menonjol dan bisa mendapatkan income dan ekonomi masyarakat meningkat," ujar Dewanti.

Dewanti menargetkan, wisatawan yang berkunjung ke kota yang dipimpinnya bisa terus meningkat. Bahkan, kalau bisa kunjungan bisa sampai 10 juta. "Sekarang sudah 4 juta kunjungan, kalau bisa ya sampai 10 juta" cetus dia.

Sentilan Pakde Karwo
Lantaran mendekam di tahanan, Edy Rumpoko tidak bisa menyaksikan pelantikan istrinya itu. Dewanti hanya didampingi putrinya, Ganis Rumpoko. Informasinya, Edy Rumpoko hanya mengirimkan surat. Karena itulah, Pakde Karwo, sapaan Gubernur Jatim Soekarwo, memberi pesan khusus kepada Dewanti.

Kata Pakde Karwo, Edy Rumpoko dua periode sukses mengantarkan Kota Batu jadi destinasi wisata nasional. Pembangunan di bidang perdagangan dan wisata berhasil. "Tapi orang hidup selalu ada cobaan. Setiap orang pernah kesandung masalah. Pak Edy Rumpoko kesandung saja. Ibaratnya Kesandung ing tawang," cetus Pakde.

Semua harus mengambil perkabaran dari peristiwa itu. Juga sejumlah kepala daerah lainnya juga tertangkap KPK. Kepala daerah adalah pelayan publik. Hindari pemerasan dan penyuapan. Menurut Pakde Karwo, memeras itu biasanya dilakukan dari yang kuat ke yang lemah. Sebaliknya menyuap itu dikakukan yang lemah kepada yang kuat.

Mulai yang terjadi di Bangkalan, Mojokerto, hingga Madiun, adalah rentetan peristiwa yang harus dicermati. Sudah saatnya semua anggaran harus e-budgeting. Kecuali Nganjuk, menurut Pakde modus yang dilakukan kepala daerahnya sangat kuno. "Jual beli jabatan itu model kuno. Apa pun itu harus dihentikan," tegas Pakde Karwo.

Surat Edy Rumpoko
Eddy Rumpoko terjaring operasi tangkap tangan KPK di rumah dinasnya pada September 2017 lalu. Politisi PDI-P itu diduga menerima suap dari proyek belanja modal dan mesin pengadaan meubelair di Pemkot Batu tahun anggaran 2017. Eddy ditangkap bersama 2 orang lainnya, yakni Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Pemkot Batu Edi Setyawan dan pengusaha bernama Filipus Djap, selaku pemberi suap.

Eddy dan Edi disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

November lalu, kuasa hukum Eddy Rumpoko sempat mengajukan upaya praperadilan atas aksi tangkap tangan KPK di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Namun praperadilan itu ditolak oleh hakim.

Sementara itu, surat yang dikirim Edy Rumpoko bertepatan dengan pelantikan istrinya, dibacakan oleh sahabatnya Joko Sutresno, seusai pelantikan berlangsung. Isi surat tersebut, salah satunya ditujukan kepada sang istri yang baru dilantik atas jabatan barunya. Edy berpesan, agar Dewanti selalu menjadi seorang ibu bagi masyarakat Kota Batu. " Saya doakan ibu selalu menjadi seorang ibu bagi masyarakat Kota Wisata Batu, seperti ibu mengasihi anak-anaknya," sebut Eddy dalam surat yang dibacakan Joko. n

 



Komentar Anda