SURABAYAPAGI.COM, Malang - Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Kutipan Bung Karno tersebut kemudian menjadi dasar bagi sekelompok elemen masyarakat untuk meminta kepada Pemerintah agar menganugerahkan gelar Pahlawan kepada KH. Masjkur.

Pada hari Kamis (7/12/2017), elemen masyarakat yang tergabung pada Tim Pengusulan Gelar Pahlawan (TPGP) kepada KH Masjkur tersebut mengadakan seminar nasional untuk finalisasi draf naskah akademik terkait proses tersebut. Menurut Ketua TPGP Kasuwi Saiban, proses yang sudah dilalui sebelumnya sudah melewati beberapa tahapan.

"Mulai dari tanggal 19 Oktober lalu, itu saat Tim dibentuk di Malang. Kemudian pada tiap minggunya di bulan Oktober, anggota tim juga selalu berdiskusi untuk menyusun data dokumen rekam jejak KH Masjkur dan mempersiapkan naskah akademik untuk kemudian kita ajukan ke Pemerintah. Pada hari ini lah kami mengadakan Seminar Nasional dengan tema "Perjuangan KH Masjkur: Sebelum dan Sesudah Kemerdekaan" untuk meminta input tambahan dan finalisasi naskah akademik tadi," jelas Kasuwi.

Menurut Kasuwi, sesungguhnya proses permohonan penganugerahan gelar Pahlawan tersebut sudah dimulai sejak tahun 1995. "Awalnya dari Yayasan Sabilillah Malang dan PCNU Kota Malang, tapi karena berbagai hal maka tidak ada tindak lanjutnya. Padahal, saat itu surat usulan ke Kemensos yang sebelumnya bernama Depsos sudah dikirimkan. Baru lah kemudian pada awal 2017 mimpi tersebut dilanjutkan kembali," katanya.

Sosok KH Masjkur, dipandang oleh Kasuwi sangat lekat dengan sejarah kemerdekaan Republik Indonesia. Kyai kelahiran Malang tersebut turut serta berperang melawan penjajah yang pada akhirnya melahirkan kemerdekaan bagi Bangsa Indonesia.

"Bersama Kyai lainnya, Beliau turut menjadi komando Laskar Kyai yang bernama Laskar Sabilillah. Sudah tercatat dalam sejarah kalah laskar tersebut bersama laskar-laskar lain seperti Laskar Hizbullah dan Laskar Rakyat memberikan sumbangsih besar dalam perjuangan kemerdekaan. Beliau juga salah satu ulama yang mendirikan PETA. Disamping itu, beberapa Perguruan Tinggi seperti Universitas Islam Indonesia dan Universitas Islam Malang juga didirikan atas salah satunya inisiasi dari Beliau," tegas Kasuwi.

Pada saat yang sama, Menteri Agama RI era 1999-2001 KH Tholchah Hasan juga memandang bahwa gelar Pahlawan sudah sangat sepantasnya diberikan kepada KH Masjkur. Menurut Kyai sepuh tersebut, sosok KH Masjkur bahkan bisa dibilang sebagai salah satu guru bangsa.

"Kebetulan saya pernah berpuluh-puluh tahun tinggal satu atap bersama Beliau. Menjadi murid Beliau. Disitu saya bisa belajar banyak dari Beliau tanpa masuk satu ruang kelas sekalipun. Selain tenaga, pikiran Beliau juga banyak diberikan untuk membangun Indonesia. Juga uang milik Beliau. Banyak sekali uang yang sudah Beliau keluarkan untuk disumbangkan demi kemajuan bangsa. Saya rasa apa yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat ini untuk memberikan gelar Pahlawan kepada KH Masjkur sudah sangat tepat dan harus disegerakan," pungkas Kyai Hasan.ifw