Perhatian ke Guru Kurang, Revolusi Mental Sulit Berjalan Maksimal

 

Gunawan (baju merah) ketika reses sekaligus meresmikan Mushola Darunnadjah Malang.


MALANG - Pengorbanan guru untuk mencerdaskan bangsa tak sebanding dengan hak dan kesejahteraan yang didapatnya. Revolusi mental yang di gongkan oleh Presiden RI Joko Widodo nampaknya sulit berjalan maksimal lantaran perhatian kepada guru, terutama guru Madrasah Diniyah (Madin) sangat kurang.

Hal itu disampaikan Anggota DPRD Jatim dari Dapil Malang Raya, Gunawan. Ia mengaku banyak aspirasi dari masyarakat bahwa nasib guru kurang diperhatikan. Saat ini tidak ada perhatian kesejahteraan guru Madin, PAUD, pendidikan dini lainnya. Padahal pemerintah menggalakkan program revolusi mental. Namun kenyataannya pendidikan di mental dan karakter tidak pernah disentuh.

“Pemerintah pingin revolusi mental, kenyataan justru pendidikan mental dan karakter kok kurang perhatikan. Kita merasa prihatin betul. Hal ini harus menjadi perhatian pemprov Jatim,” kata Gunawan, Sabtu (25/11/2017).

Politisi asal PDIP itu menegaskan, seharusnya Pemprov Jatim mendukung program pemerintah pusat. Dengan menyisihkan sebagian anggarannya untuk membantu guru madin dan sekolah-sekolah berbasis keagamaan, Sehingga keinginan pemerintah pusat betul-betul berjalan. Sikap pemerintah yang ingin terlaksana programnya tetapi tidak sesuai perlu dipertanyakan. Bagaimana aplikasi anggaran belum pro pembangunan karakter. Maka jika ingin pembangunan karakter berjalan, kesejahteraan guru harus diperhatikan. “Tidak banyak-banyak kasihlah tambahan Rp 150 ribu tiap bulan. Karena gajinya hanya Rp 300 ribu, itu sudah maksimal dengan ngajar tiap hari,” kata politisi asal Malang tersebut.

Gunawan mengaku bantuan dana dari Kementerian Agama juga sulit didapatkan dan jumlah uang yang dijatah hanya Rp 10 juta untuk satu tahun. Pihak sekolah banyak mengeluh lantaran pembuatan Surat Pertanggungjawaban (SPj) tak sebanding dengan uang yang didapatkan. “Lebih banyak buat ngurusi SPj-nya, tak imbang dengan uang diterimanya. Yang banyak sumbangan-sumbangan dari wali murid,” ungkapnya.

Untuk tahun 2018, kata Gunawan, Pemprov akan memberikan bantuan dana untuk murid madrasah tingkat Ula sebesar Rp 15 ribu, dan Madrasah kelas Wustho sebesar Rp 20 ribu. “Namun bantuan diberikan kepada murid yang kriterianya ditentukan oleh pemerintah,” pungkas Gunawan. rko/**



Komentar Anda