Rangkaian kereta api yang melintas di kawasan Porong yang masih terendam banjir dengan kecepatan yang terbatas 5 km/jam

SURABAYAPAGI.com, Madiun - PT Kereta Api Indonesia (Persero) terpaksa mengalihkan perjalanan sejumlah kereta api (KA) yang memiliki tujuan akhir Stasiun Jember dan Banyuwangi akibat banjir yang menggenangi jalur kereta api di wilayah Tanggulangin–Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

"Sejumlah KA yang diubah pola operasi dan jalur pelayanannya adalah KA Ranggajati, KA Logawa, dan KA Sritanjung," ujar Manajer Humas PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun Supriyanto, Selasa.

Menurut dia, kereta-kereta tersebut harusnya rutenya melewati Stasiun Surabaya untuk menuju ke Jember. Namun, karena banjir di jalur antara Tanggulangin – Porong hingga tidak dapat dilewati oleh kereta api, maka rutenya dialihkan melalui Kertosono-Blitar-Malang-Jember/Banyuwangi demi keamanan dan keselamatan perjalanan kereta.

Sesuai rencana, KA Ranggajati yang seharusnya relasi Cirebon-Madiun-Surabaya Gubeng-Jember berubah relasi menjadi Cirebon-Madiun-Kertosono-Blitar-Malang-Bangil-Jember pp.

Kemudian, KA Logawa yang sejarusnya relasi Purwokerto-Madiun-Surabaya-Jember berubah relasi menjadi Purwokerto-Madiun-Kertosono-Blitar-Malang-Bangil-Jember pp.

Demikian juga KA Sritanjung relasi Lempuyangan-Madiun-Surabaya-Jember-Banyuwangi berubah relasi menjadi Lempuyangan-Madiun-Kertosono-Blitar-Malang-Bangil-Banyuwangi pp.

"Sedangkan penumpang KA-KA tersebut yang tujuannya Stasiun Jombang-Mojokerto-Surabaya Gubeng pp, akan diangkut dengan rangkaian Kereta Tambahan Khusus relasi Kertosono-Surabaya Gubeng pp," kata Supriyanto.

Ia menjelaskan, banjir di kilometer (KM) 32+800 sampai dengan KM 33+100 antara Stasiun Porong hingga Stasiun Tanggulangin menyebabkan sejumlah perjalanan kereta api dari dan menuju wilayah Daop 9 Jember terganggu.

Pihak PT KAI telah melakukan upaya normalisasi jalur sejak kejadian dengan meninggikan rel menggunakan alat berat MTT dan penambahan batu balas. Namun jalur tetap belum bisa dilewati KA karena ketinggian air hingga Selasa tanggal 28 November pada pagi hari masih cukup tinggi.

"PT KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini dan akan melakukan langkah-langkah untuk segera melancarkan perjalanan KA, namun tetap mengutamakan keselamatan," kata dia.