Starbucks

SURABAYAPAGI.com - Starbucks tentu sudah menjadi kedai kopi yang tak asing bagi kebanyakan orang di dunia.

Tengoklah, saat kita berjalan di kota-kota besar di penjuru dunia, hampir selalu bisa ditemukan gerai kopi dengan logo hijau khasnya ini.

Salah satu yang paling identik dengan kedai kopi ini adalah kebiasaan para baristanya menanyakan nama pelanggan, saat memesan kopi, dan menulisnya di cup minuman.

Nantinya, nama pada cup itu akan dipakai untuk memanggil si pemesan, ketika minuman telah rampung dibuat.

Memang, kadang, ada saja barista yang salah menuliskan atau menyebut nama kita. Apalagi jika nama tersebut memang tergolong nama yang sulit dieja atau dilafalkan.

Apa pun, trik yang dilakukan Starbucks tersebut tentu amat membantu mereka untuk menyerahkan pesanan kepada konsumen yang tepat.

Nah, di Amerika Serikat, ada satu gerai Starbucks yang tidak mengenal satu "ritual" khas tersebut.

Para barista yang bertugas di balik bar tak akan pernah menanyai nama kita, setelah memesan minuman atau pun panganan yang dijajakan di sana.

Di gerai ini, para barista dilarang menanyakan nama pelanggannya. Gerai tersebut adalah gerai Starbucks yang berlokasi di maskas besar CIA (The Central Intelligence Agency) di Langley, Virginia, Amerika Serikat.

Sembilan barista pada gerai yang dinamai "Store Number 1" ini juga menjalani seleksi latar belakang yang ketat, sebelum berhak mengenakan apron hijau ikonik Starbucks.

Karena dilarang menanyakan apalagi menyebut nama pelanggan, mereka harus terbiasa dengan mengingat wajah pelanggan dan minuman yang biasa dipesan.

Kedengarannya sulit, tapi waktu membuktikan bahwa para barista itu mampu melakukan tugas tersebut.

Penasaran dengan garai ini? Sayangnya, memang tak bisa sembarang orang memasuki gerai Starbucks tersebut.

Setiap pengunjung yang berada di areal "Langley" tentu menjalani pemeriksaan keamanan yang ketat.

Maka, jika satu-satunya alasan kita mau masuk ke kawasan itu adalah hanya untuk menikmati kopi Starbucks, tentu tak akan diberi izin. (kp/cr)