FOTO SP/N. Bakrie Peter Alfon, warga Dukuh Menanggal Surabaya, diringkus Tim Anti Bandit Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya.

SURABAYA PAGI, Surabaya – Peter Alfons (39) tak bisa berkutik saat disergap Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya di kos-kosannya di Bungurasih, Sidoarjo. Ternyata, pria warga Jalan Dukuh Menanggal Gang 11/39 Surabaya ini, bandit kelas kakap. Ia memiliki komplotan yang melakukan kejahatannya di jalan tol Gresik – Surabaya – Waru- Sidoarjo. Kejahatannya terungkap setelah menjadi eksekutor pencurian senpi (senjata api) milik anggota TNI AL.

Peter diburu setelah Tim Anti Bandit Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap seorang penadah senpi dan dua komplotan Peter. Sedang penyergapan terhadap Peter dilakukan oleh tim yang dipimpin Ipda Agus Suprayogi, Senin (12/2/2018) malam. Peter disergap saat kos-kosannya di daerah Bungurasih Surabaya.

Tim ini mengantongi identitas dan tempat persembunyian Peter, setelah menangkap Kardito (penadah senpi yang dicuri Peter), Mat Levis dan Rayhan alias Ambon yang merupakan komplotan Peter. "Setelah mendapatkan keterangan ketiga pelaku yang kita tangkap diawal, kami langsung melakukan pengejaran terhadap sang eksekutor (Peter, red) ini. Eksekutor inilah yang mencuri senpi tersebut di jalan tol," sebut Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Bima Sakti, Selasa (13/2/2018).

Setelah disergap dan berhasil ditangkap, Peter kemudian digelandang ke Mapolrestabes Surabaya. Sejumlah fakta terungkap saat pemeriksaan. Antara lain, Peter merupakan pelaku pencurian spesialis jalan tol Gresik - Surabaya - Waru Sidoarjo. Peter kadang beraksi sendiri, kadang beraksi bersama Mat Levis dan Ambon.

"Dia standby di titik-titik berhentinya mobil di jalan tol. Setelah ada mobil yang parkir dan ditinggal pengemudianya, pelaku ini mencuri apa saja yang ada di dalam mobil," beber Iptu Bima.

Dalam pengakuannya, Peter sudah 15 kali mendapat hasil curian di jalan tol yang disatroninya. Sejumlah barang berharga dia curi dari mobil yang ditinggal pengemudinya tidur maupun pergi. Mulai dari HP, laptop, aki mobil hingga yang terakhir dia mencuri senpi. Senpi itu diketahui milik Peltu J, anggota TNI AL yang saat itu sedang tertidur di dalam mobil yang dikemudikannya.

Dalam aksinya, Peter rata-rata jalan kaki ke sasarannya di jalan tol. Namun jika dirinya akan mencari sasaran di titik jalan tol yang cukup jauh, dia menumpang truk atau kendaraan lainnya yang sebelumnya parkir. Peter sudah hafal titik-titik dimana biasanya pengemudi parkir dan beristirahat. Ketika pengemudi mobil maupun truk tertidur pulas, Peter langsung beraksi.

Diberitakan sebelumnya, kasus pencurian senpi itu terjadi pada (22/8/2017) silam. Saat itu, Peltu J memutuskan berhenti di KM 7600 karena kelelahan. Peltu J akhirnya tertidur pulas dan saat bangun, mendapati senpi miliknya sudah tidak ada. Lantaran senpinya raib, Peltu J akhirnya melapor ke Pomal Lantamal V. Darisanalah, pencarian dilakukan bersama antara Pomal Lantamal V dan Satreskrim Polrestabes Surabaya. n bkr