Uang Umroh yang Ditabung 5 Tahun, Disikat Maling

Kisah Wong Cilik yang Jadi Korban Kejahatan

 

Mbah Rohmah (kaus kuning) berkumpul dengan anak cucu dan tetangganya di rumahnya, Jl Lidah Wetan Gang III Surabaya, kemarin. FOTO SP/N. BAKRIE


Mbah Rohmah, begitulah warga Jalan Lidah Wetan Gang III, Lakarsantri, Surabaya, memanggilnya. Kejadian yang menimpa nenek 60 tahun itu menggemparnya kampung yang berlokasi di Surabaya barat itu. Betapa tidak, rumah nenek itu disatroni maling pada saat Mbah Rohmah sendirian di rumah. Dua pencuri mengelabuhi Mbah Rohmah dengan berpura-pura sebagai petugas PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Uang tunai dan perhiasan Mbah Rohmah senilai Rp 35 juta amblas. Padahal uang dan perhiasan itu, ditabung bertahun-tahun untuk mendaftar umroh.
--------------
Laporan : Narendra Bakrie
-------------

Hingga Kamis (8/2/2018) petang, Mbah Rohmah tampak linglung dan kebingungan. Dia seolah masih tak percaya jika jerih payahnya menabung untuk berangkat ke tanah suci, sia-sia. Saat sejumlah anak cucu dan tetangganya bertanya, Mbah Rohmah hanya bisa bersandar di pintu rumahnya dengan mata berkaca-kaca.

Mbah Rohmah hanya bisa berharap para pelaku tertangkap setelah dirinya dan keluarganya melapor ke Polsek Lakarsantri. "Tadi saya di rumah sendirian. Dan sekitar pukul 11.30 Wib, ada dua orang laki-laki bertamu. Mereka mengaku petugas PLN yang akan mengecek aliran listrik disini," kata Mbah Rohmah di rumahnya, kemarin.

Dua pria berjaket itu pun dipersilakan masuk oleh Mbah Rohmah. Keduanya tampak sibuk memeriksa meteran listrik di rumah itu. Hal itu pun membuat Mbah Rohmah tidak curiga. Setelah melakukan pengecekan sebentar, satu pelaku mengatakan bahwa ada gangguan di kamar salah satu kamar, yaitu kamar cucu Mbah Rohmah.

"Satu orang meminta saya untuk membuka kamar cucu saya yang terkunci. Katanya ada gangguan listrik. Jadi saya buka," imbuh nenek dengan rambut penuh uban ini.

Setelah kamar itu terbuka, satu pelaku mengajak Mbah Rohmah ke dapur. Satu petugas PLN diduga gadungan itu, langsung menyodorkan selembar kertas yang harus ditandatangani oleh Mbah Rohmah. Karena tanpa dipungut biaya, Mbah Rohmah terus mengikuti permintaan pelaku tadi. Setelah selesai tandatangan, dua pria tadi pamit ke Mbah Rohmah dan bergegas pergi dengan motornya.

"Saat dua petugas (PLN gadungan) tadi pamit pergi, hati saya kok nggak enak. Saya merasa ada yang aneh. Perasaan saya kok was-was," ungkap Mbah Rohmah gemetar.

 





Merasa seperti itu, Mbah Rohmah akhirnya masuk ke dalam kamar cucunya tadi. Mbah Rohmah langsung menuju lemari pakaian. Sebab di sanalah, Mbah Rohmah menyimpan uang dan perhiasan emas yang ia tabung untuk persiapan berangkat umroh. Bak disambar petir, Mbah Rohmah mendapati uang dan perhiasan emas yang ia simpan itu sudah tidak ada. "Saya biasa tidur di kamar cucu saya ini. Jadi saya simpan di sini uang dan perhiasan saya," aku Mbah Rohmah.

Mbah Rohmah panik bukan kepalang. Dia mondar mandir keluar masuk rumahnya, karena bingung harus berbuat apa. Akhirnya Mbah Rohmah menuju rumah tetangganya, dan dia menemui Kemijan (61). Mbah Rohmah meminta tolong Kemijan, agar menelepon Mujiatun, anaknya. Mendapat telepon bahwa rumah ibunya kemalingan, Mujiatun langsung pulang dan meninggalkan pekerjaannya. Setelah benar kejadian itu, Mujiatun dan Kemijan berikut Mbah Rohmah, melapor ke Polsek Lakarsantri.

Mbah Rohmah mengatakan, uang tunai yang disimpannya itu sebanyak Rp 21 juta. Sedangkan perhiasan emasnya, seharga Rp 14 juta. Jika ditotal, bisa sekitar Rp 35 juta. Uang dan perhiasan itu ditabung Mbah Rohmah dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. "Saya bingung mau nyari yang dari mana lagi. Padahal, sebentar lagi uang itu cukup untuk mendaftar umroh," ucap Mbah Rohmah sambil menundukkan kepala.

Terpisah, Kapolsek Lakarsantri Kompol Dwi Heri melalui Kanit Reskrimnya, Ipda Hadi Ismianto membenarkan terjadinya pencurian tersebut. Atas laporan itu, pihaknya tengah melakukan penyelidikan. Sejumlah saksi dan bukti petunjuk juga masih dikumpulkan untuk mengidentifikasi para pelakunya. Namun dari keterangan Mbah Rohmah serta sejumlah tetangga yang melihat, pelaku berjumlah dua orang dan mengaku sebagai petugas PLN. "Kami masih bekerja untuk mengungkapnya," tandas Ipda Hadi. n



Komentar Anda



Berita Terkait