Suwarti saat menjalani identifikasi tersangka di Mapolrestabes Surabaya. Foto : SP/BAKRIE.

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Umur Suwarti memang sudah tidak muda lagi, yaitu 46 tahun. Tapi siapa sangka, hasrat cintanya masih begitu menggelora. Bayangkan saja, demi PIL (pria idaman lain)-nya, dia harus melepaskan pekerjaannya sebagai ART (asisten rumah tangga) yang sudah dijalaninya. Wanita asal Jombang ini bahkan harus menjalani hukuman. Sebab, demi PIL-nya itu, dia rela mencuri sejumlah pakaian pria milik majikannya.

Sebelum ditangkap Tim Anti Bandit Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya. Suwarti sehari-hari menjadi ART dan tinggal di sebuah rumah di Jalan MH Tamrin Tegalsari Surabaya. Sudah dua tahun dia bekerja disana. Namun, tanggal 7 Januari 2018 kemarin, Suwarti gelap mata. Dia mencuri sejumlah barang berharga milik majikannya.

"Dia mencuri memanfaatkan kondisi rumah yang sepi. Karena majikannya bepergian ke luar negeri," sebut Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Leonard Sinambela, Jumat (12/01).

Setelah korban melaporkan karena kehilangan sejumlah barang berharga, nama Suwarti muncul sebagai orang yang paling dicurigai. Sebab Suwarti menghilang dan tidak bisa dihubungi. Suwarti akhirnya ditangkap pada Senin, 8 Januari 2018. Dia ditangkap karena mencuri sebuah liontin dan sejumlah pakaian milik majikannya. Suwarti ditangkap di wisata kuliner Convention Hall Jalan Arif Rahman Hakim. Dia ditangkap bersama barang yang dicurinya itu.

"Kami amankan tersangka sesaat ia hendak pulang ke kampung halamannya di Jombang," sambung AKBP Leonard.

Setelah diperiksa, modus pencurian yang dilakukan Suwarti terungkap. Yaitu dia berpura-pura membersihkan kamar milik majikannya. Saat itu, ia mendapati liontin yang diletakkan di laci kamar majikannya. Selain liontin, ia juga mengambil pakaian milik majikannya itu. "Di rumah itu, hanya ada beberapa pembantu lain dan juga sekuriti. Pencurian itu sudah dilakukan secara bertahap, dia mengambil kesempatan ketika majikannya ke luar kota," beber AKBP Leonard.

Setelah mengambil liontin tersebut, Suwarti juga menuju kamar anak-anak majikannya. Di kamar itu, dia juga mengambil sejumlah pakaian milik anak-anak tersebut. Hal itu dilakukan tanpa sepengetahuan pembantu lain. Setelah berhasil, barang curian dimasukkan ke dalam tas Suwarti. Kemudian ia keluar rumah majikannya tanpa pamit.

Sementara itu, kepada polisi Suwarti mengaku nekat melakukan aksinya lantaran butuh uang untuk biaya hidup keluarganya. Sebab ia merasa gajinya tidak cukup. Selain itu, ia juga melakukan aksinya lantaran ingin memberikan pakaian bermerek kepada PIL-nya.

"Rencananya, barang-barang tersebut akan saya jual, sedangkan pakaian milik majikan pria, saya akan berikan ke pacar saya," aku Suwarti. Kini, Suwarti harus menghadapi proses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. bkr