Tak Diurus Keluarga, Bertahan Hidup dengan Cara Kriminal

Kisah Remaja Banyu Urip yang Terjerumus ke Dunia Hitam

 

ATY, saat menjalani pemeriksaan di Polsek Tambaksari setelah ditangkap.


Tidak sedikitpun ATY bermimpi, bahwa hari-harinya diisi dengan kerasnya kehidupan jalanan. Remaja 17 tahun itu terpaksa bertahan hidup dengan cara kriminal. Sebab, kedua orang tuanya bahkan saudaranya, tak lagi mengurusinya. Betapa tidak, mereka terjebak dalam pusaran narkoba dan saat ini tengah menjalani hukuman. Itulah yang membuat kehidupan ATY semakin suram. Sederetan tindakan kriminal pun ia lakukan untuk mendapatkan uang dan menyambung hidupnya.
----------
Laporan : Narendra Bakrie


Rumah di Jalan Banyu Urip Kidul I Surabaya, nyaris tak pernah ditempati ATY. Dia lebih memilih hidup di jalanan, dan menginap di rumah temannya beraksi. Setiap ada uang, ATY dan 3 temannya selalu menggelar pesta miras. Entah itu di cafe maupun sekedar di pinggir jalan. Tak ada yang menegurnya, tak ada pula yang melarangnya. Dan setiap kali uang mereka ludes, mereka mulai menyusun rencana untuk beraksi.

Awal November 2017 lalu contohnya. ATY berkeliling bersama 3 temannya menggunakan dua motor. Dua temannya itu terdiri dari dua cowok dan seorang cewek. Sekitar pukul 21.30 Wib. ATY menghampiri seorang remaja yang tengah asyik duduk duduk diatas motornya. Tepatnya di depan SMPN 9, Jalan Kapas Krampung Surabaya. ATY lantas turun dan berpura-pura tanya alamat.

"Korban lalu turun dari motornya. Dan saat itulah, salah satu teman tersangka (ATY, red) merampas motor korban. Karena korban mempertahankan, ATY dan temannya yang lain mengeroyok korban," sebut Kapolsek Tambaksari, Kompol Prayitno, didampingi Kanit Reskrim, Iptu Didik Ariawan, Senin (13/11/2017).

Korban yang diketahui bernama Hiabullah (18) asal Bangkalan Madura itu akhirnya hanya bisa pasrah saat motor Yamaha Mio miliknya dirampas. Korban memilih menghubungi temannya agar menjemputnya. Nah, pada 5 November 2017, korban melihat pelaku ATY melintas di depan SPBU Jalan Kapas Krampung. Sebab, wajah penuh tato ATY sangat mudah diingat oleh korban. Darisanalah, korban bersama kelompok temannya, mengejar ATY cs.

"Ternyata, tersangka (ATY, red) menyeberang ke Madura melalui Suramadu. Dan korban dibantu rekan rekan Polsek Kwanyar Bangkalan berhasil menangkap tersangka ini. Sehingga kami langsung mengamankan tersangka ke Polsek Tambaksari Surabaya," beber Kompol Prayitno.

Setelah diperiksa, ATY mengaku, bahwa memang dialah yang merampas motor korban di depan SMPN 9 Jalan Kapas Krampung Surabaya. ATY mengaku motor hasil rampasan bukan dirinya yang membawanya. Melainkan dibawa ketiga temannya yang kini menjadi DPO Polsek Tambaksari.

Dari penangkapan inilah, track record ATY sebagai bandit terkuak. Sebab, tahun 2015 lalu, ATY ternyata juga pernah ditangkap oleh Polsek Sawahan Surabaya karena kasus curat (pencurian dengan pemberatan). Dan setelah bebas, ATY justru melakukan tindakan kriminal yang lebih sadis, yaitu merampas motor disertai pengeroyokan terhadap korban.

"Karena tersangka masih di bawah umur, kita titipkan ke tahanan anak. Dan proses hukumnya masih terus kami selesaikan hingga tahap 2. Untuk pelaku lainnya, masih kami buru," tandas Kompol Prayitno.

Sementara itu, kepada penyidik ATY mengaku terpaksa melakukan sederetan tindakan kriminal tersebut. Sebab selama ini, dia lantang-lantung tidak ada yang mengurusi. "Saya lakukan (perbuatan kriminal) itu, untuk bertahan hidup. Saya hanya punya pilihan itu. Sebab saya belum mendapat pekerjaan yang layak. Saya sudah terlanjur terjerumus ke dunia hitam seperti ini," aku remaja penuh tato ini. n



Komentar Anda