Buron Tiga Tahun, Pulang Langsung Dibui

 

MASUK BUI -- Hasan (tengah), saat diamankan di Mapolrestabes Surabaya. Foto: SP/BAKRIE.


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sia sia upaya Hasan Rofiqi bersembunyi selama ini. Sebab, setelah ditetapkan menjadi DPO (daftar pencarian orang) dia terus dipantau dan ditelusuri polisi. Dan benar saja, remaja 21 tahun itu akhirnya diringkus di rumahnya di Jalan Tenggumung Wetan Gang III No.8A Semampir Surabaya. Hasan pun kini masuk bui lantaran aksinya melakukan perampasan motor di sejumlah TKP di Surabaya.

Penangkapan itu dilakukan Tim Anti Bandit (TAB) Unit Jatanras Polrestabes Surabaya, Kamis (9/11/2017) malam kemarin sekitar pukul 21.30 Wib. Penangkapan itu dilakukan, menyusul adanya informasi bahwa sudah sehari Hasan pulang ke rumahnya. Sebab sebelumnya Hasan menghilang entah kemana, usai 5 orang kelompoknya terlebih dahulu ditangkap.

"Dia masuk dalam daftar DPO kami sejak 2014 lalu. Pada bulan Mei tahun itu, dia melakukan perampasan motor di wilayah hukum Polsek Mulyorejo bersama kelompoknya 7 orang," sebut Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Leonard Sinambela, Minggu (12/11/2017).

Kelompok curas (pencurian dengan kekerasan) yang melibatkan Hasan dan kelompoknya ini cukup meresahkan. Sebab sedikitnya, mereka telah melakukannya di 7 TKP. "Lima pelaku sudah kami tangkap sebelumnya. Kemudian tersangka (Hasan, red) ini. Satu lagi sedang kami buru, yaitu As," beber AKBP Leonard.

Dari catatan Satreskrim Polrestabes Surabaya, Hasan Cs, di 7 TKP tersebut berhasil merampas 3 motor. Selebihnya burung dan sejumlah uang. Secara detail, curas itu dilakukan Hasan Cs di Jalan Ahmad Yani, depan mall Cito, mereka berhasil merampas motor Honda Supra Fit. Kemudian di Jalan Gayungsari, mereka mencuri burung cendet. Ketiga, mereka nekat beraksi di Jalan Wiyung tidak jauh dari Mapolsek Wiyung, dengan merampas motor Suzuki Satria FU. ?
Kemudian yang keempat, kelompok ini beraksi di Jalan Raya Gubeng. Disini mereka merampas uang 250 ribu di sebuah warung makan. Kemudian di Jalan Karang Menjangan mereka berhasil merampas motor Yamaha Jupiter Z. Selanjutnya, mereka kembali beraksi di Jalan Sidotopo dengan hasil uang 250 ribu.

"Kemudian, mereka merampas motor Vario di daerah Mulyorejo. Motor itu milik IL, seorang mahasiswi asal Mojokerto yang indekos di Daerah Mulyosari," imbuh AKBP Leonard.

Modusnya, jika ada pengendara motor yang sendirian, kelompok ini berpura-pura menanyakan alamat. Nah ketika korban sudah menepi, kelompok ini kemudian mengepung korban. Sambil mengancam, mereka merampas motor korban. Ada yang bagian menjualnya ke Madura, ada yang bagian bertanya, ada yang bertugas menghalang-halangi jika ada yang mengejar. Dan setelah hasil, mereka bagi rata uangnya. Tapi rata-rata, uang hasil motor rampasan, mereka pakai untuk pesta miras di sebuah cafe.

Sementara kepada polisi Hasan mengaku, semenjak 5 temannya tertangkap. Dirinya kabur ke luar Kota Surabaya. Dia berpindah pindah dari satu kota ke kota lain. Karena tidak nyaman dalam pelarian, Hasan memutuskan untuk pulang, dengan harapan memulai hidup baru. "Sudah tiga tahun. Saya kira saya sudah tidak dicari lagi oleh polisi. Ternyata masih dipantau. Saya menyesal," kata Hasan. bkr



Komentar Anda