Satu Perampok Taxi Online Ditangkap di Ponorogo

 

TERTOLONG - Mustakim, korban perampokan saat dimintai keterangan di Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Senin (7/8/2017) kemarin.


SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kerja keras Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dalam memburu para pelaku perampokan taxi online membuahkan hasil. Satu pelaku berhasil mereka bekuk di Ponorogo Jawa Timur. Hingga kini, anggota Satreskrim masih menyebar ke beberapa kota di Jawa Timur untuk memburu semua komplotan perampok.

Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Ardian Satrio Utomo membenarkan kabar penangkapan tersebut. Namun, Ardian masih enggan membeberkan secara lengkap siapa pelaku tersebut. Dia hanya menyebut, bahwa satu pelaku yang ditangkapnya itu berinisial RAT alias AM alias W. Untuk umur dan alamat RAT, masih dirahasiakannya, untuk kepentingan pengembangan.

"Untuk peran tersangka RAT, dari pemeriksaan sementara, dia bertugas memesan taxi online yang dikemudikan korban (Mustakim). Dan setelah melumpuhkan korban bersama-sama, RAT yang mengambil alih kemudi mobil korban dari Surabaya ke Madura," beber AKP Ardian, Minggu (13/8/2017).

Mantan Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya ini menyebut, kini pihaknya masih mengejar anggota komplotan perampok lainnya. "Ini saya masih di luar kota memimpin anggota untuk menuntaskan pengejaran. Mudah-mudahan besok bisa menangkap semua komplotan pelaku ini," katanya. Pelaku RAT sendiri, kata Ardian, dibekuknya Sabtu (12/8/2017) malam kemarin.

Diberitakan sebelumnya, Minggu (6/8/2017) malam lalu, Mustakim (40) warga Petemon Sidomulyo Surabaya dirampok oleh komplotan pelaku bersenjata api dan bersenjata tajam. Kejadian itu sekitar pukul 19.00 Wib di Jalan Kalimas Barat, tepatnya antara gudang 51 dan 53 Surabaya. Setelah HP dan dompetanya dirampas, Mustakim diikat kaki dan tangannya serta dilakban mulutnya.

Setelah itu, Mustakim dibawa ke Madura oleh para pelaku dan disekap di sebuah kamar di daerah Burneh Bangkalan. Senin (7/8/2017) dini hari sekitar pukul 02.30 Wib, Mustakim dibawa keluar dan dibuang para pelaku. Beruntung, awak bus Pahala Kencana yang melintas, melihat Mustakim yang kemudian menolong Mustakim. Mustakim melapor ke polisi dalam keadaan shock dan trauma. Bkr



Komentar Anda