Sepasang Remaja yang Diarak dan Dipaksa Buka Pakaian

 

Ilustrasi.


SURABAYAPAGI.COM, Jakarta – Di berbagai media sosial beredar video berdurasi sekitar 53 detik yang memperlihatkan main hakim sendiri terhadap sepasang kekasih yang dituduh berbuat mesum. Dalam video tersebut sejumlah orang memaksa sepasang remaja, pria dan wanita, untuk melepaskan pakaian yang melekat di tubuh mereka. Orang-orang itu bahkan sempat melakukan penganiayaan.

Usai membuka pakaian kedua remaja itu, sekelompok orang mengaraknya. Remaja perempuan yang berteriak histeris karena pakaiannya dilucuti.

Kejadian itu dibenarkan Kapolres Kabupaten Tangerang AKBP Sabilul Arif. Menurut Sabilul kejadian tersebut terjadi di Kampung Kadu, Sukamulya, Cikupa, Kabupaten Tangerang, pada Sabtu (11/1/2017) lalu sekitar puku 23.30 WIB.

Sabilul menerangkan, kedua remaja itu tidak berbuat mesum. Warga salah paham lantaran mendapati pasangan itu berada dalam satu kontrakan di malam hari.

"Bukan mesum yah. Kronologinya jam 22.00 pacarnya telepon minta dibelikan makanan, setelah itu datang pacarnya bawa nasi bungkus. Pada saat pacaran ya yang perempuan dikontrakan makan, pacarnya di kamar mandi, langsung dia digrebek dan dalam posisi pintu yang tidak terlalu rapat loh," ujar Sabilul, Selasa.

Ia menambahkan, saat digerebek warga, pasangan itu masih mengenakan pakaian. Namun, oleh sekelompok orang keduanya dipaksa mengaku telah berbuat zinah di dalam kontrakan itu.

"Itu si laki-laki dicekek lehernya dan si perempuan ini dibuka bajunya, dipaksa ditelanjangi," kata Sabilul.

Berdasarkan video yang beredar luas itu, kata Sabilul, polisi kini melakukan penyelidikan. Petugas kemudian mengamankan enam orang yang diduga terlibat dalam aksi tak terpuji itu.

"Enam orang yang diamankan, termasuk Ketua RT dan Ketua RW," ucap dia.

Selain mencari pelaku penganiayaan, lanjut Sabilul, polisi juga mencari tahu siapa pembuat dan penyebar video itu.

Para pelaku terancam dikenakan pasal 170 KUHP tentang penganiayaan dan pasal 335 KUHP tentang perbuatan tak menyenangkan. lx/kmp

 



Komentar Anda