bayi kembar siam

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Diawal tahun 2018 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo Surabaya kembali menangani bayi kembar siam dempet perut. Kelainan itu dalam bahasa medis diistilahkan Omphalopagus-Omphaloce.

Bayi yang lahir secara prematur di rumah sakit milik pemerintah provinsi Jatim itu merupakan kasus bayi kembar ke 86. Ketua tim Pusat pelayanan kembar Siam Terpadu RSUD Dr Soetomo, dr. Agus Harianto SpA(K)., membenarkan bahwa pihaknya kembali menangani bayi kembar siam berjenis kelamin perempuan di NICU Gedung Bedah Pusat Terpada (GBPT)

"Pada proses persalinan kedua bayi itu dilakukan secara prematur pada Senin (8/1/2017) kemarin, bayi tersebut memiliki beberapa kelainan yaitu dempet perut dengan selaput tipis yang berada diluar kulit," terang dr. Agus Harianto SpA(K) saat ditemui di rumah sakit setempat, Selasa (9/1/2017).

Ia menerangkan bahwa sejak kelahiran bayi itu memiliki bobot 4395 garam, dan memiliki kelainan satu organ dan bentuk kebengkokan berlebih pada tulang bekalang (Hiperlordosis lumbal).

"Tindakan awal kami sebelum menjalani operasi pemisahan, keduanya akan diobservasi pada 10 hari awal yakni melakukan pengecekan kestabilan kondisi tubuh melalui babygram atau foto rontgen pada keseluruhan organ bayi," ungkapnya.

Setelah itu, tambahnya, akan melakukan rapat dengan dokter jantung dan anastesi, menurutnya hal tersebut perlu dilakukan karena mengantisipasi kekhawatiran lain seperti inveksi karena kedua bayi itu masih berusia 24 jam.

"Tapi untuk saat ini kondisi keseluruhan masih lumayan baik karena detak jantung, tekanan darah maupun suhu tubuh normal," terangnya.

Karena bayi yang lahir di usia kandungan yang masih muda maka Agus berharap selama masa pemantauan, berat badan kedua bayi itu dapat meningkatkan hingga 5000gram atau 5 kg.

"Yang kami fokuskan adalah pada berat badan, dan juga selaput tipisnya karena rawan pecah, kalau pecah maka kemungkinan besar akan timbul inveksi. Sehingga untuk mencegahnya kami memberikan anti B3 atau anti inveksi pada ompalocalenya," urainya. (bj/irs)