100 armada truk dan pekerja tambang manual ikut dalam aksi blokade jalur tambang

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Merasa janjinya tak dipenuhi oleh CV Kustari yang merupakan salah satu pengusaha tambang pasir di Dusun Pulerejo, Desa Wonorejo, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, puluhan pekerja tambang manual dan sopir truk pasir di desa setempat menggelar aksi protes. Aksi tersebut dilakukan dengan cara memblokade jalur masuk tambang milik CV Kustari.

Sedikitnya ada 100 armada truk dan pekerja tambang manual ikut dalam aksi tersebut. Aksi dimulai pukul 10.00 WIB. Para sopir truk memarkir kendaraanya di sepanjang jalan masuknya tambang milik CV Kustari.

Suwandoko, selaku Ketua Paguyuban Trisulo Mandiri mengaku, alasan warga melakukan protes karena mereka tidak mendapatkan kompensasi yang sudah dijanjikan oleh CV Kustari. Sejumlah janji tersebut belum terealisasi.

Diantaranya, dana kompensasi antara penambang dengan warga. Kemudian CV Kustari juga tidak menganggap warga setempat. Pasalnya, CV Kustari mendatangkan alat berat secara diam-diam. Padahal selama ini warga menghidupi kebutuhan ekonominya dengan bekerja sebagai pekerja tambang pasir manual.

Aksi yang berlangsung berjam-jam itu mendapat pengamanan dari aparat kepolisian. Sejumlah anggota Polsek Plosoklaten turun di lokasi untuk menjaga keamanan selama berlangsungnya aksi protes. Petugas kemudian mengajak massa aksi untuk melakukan mediasi.

"Masyarakat menggelar aksi protes mengingat janji-janji yang diberikan pihak perusahaan itu tidak ditepati. Semua kendaraan ada sekitar 40an berhenti di jalan. Mereka kecewa karena janji perusahaan tidak berujung dipenuhi. Salah satu masalah yaitu kompensasi. Mungkin sebagian sudah diberi tetapi yang lain belum," kata Kasie Humas Polsek Plosoklaten, Aiptu Mayanto.

Akibat aksi protes ini, CV Kustari menghentikan aktivitasnya untuk sementara waktu. Bahkan, sebelum ada aksi protes, sejumlah kendaraan truk yang sudah terisi material pasir yang mengangkut dari CV Kustari diminta untuk menurunkan muatannya oleh sejumlah warga. Can