Rusdi, ayah korban saat menunjukan foto Nurul saat duduk dibangku MTs

SURABAYAPAGI.COM, KEDIRI - Penemuan mayat wanita bercadar di Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Kamis (4/1/2018) kemarin diketahui bernama Nurul Khotimah (38) warga Jalan Pahlawan Gang 3 Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, Kecamatan Tulungagung. Dari hasil olah TKP sementara, kematian Nurul akibat pembunuhan lantaran ditemukan bekas luka jeratan di lehernya.

Hal ini dikuatkan dengan salah satu kerabat korban yang sempat melihat jasad Nurul saat di RS Bhayangkara. Saat itu kondisi leher korban berwarna hitam. Kondisi tersebut membuat curiga keluarga korban atas kematian tersebut. "Sebenarnya kami curiga dengan kematian korban. Sebab saat di rumah sakit, adik saya melihat jika bagian leher korban berwarna hitam bekas jeratan seperti dicekik," ujar Agustina kakak kandung korban saat berada di rumah, Jumat (5/1/2018).

Agustina mengaku selama ini hubungan korban dengan suaminya terlihat baik dimata keluarga. Bahkan, terkesan tak pernah memiliki masalah dengan orang lain. Namun, hubungan Nurul dengan suaminya memang terkesan tertutup. "Memang korban dengan suaminya ini sedikit tertutup. Terakhir main kerumah waktu tahun baru kemarin. Dan juga tidak terlihat kalau ada masalah. Bahkan, korban ini dikenal tidak pernah keluar rumah, kalau keluar rumah pasti bersama suaminya saat pengajian rutin," imbuh Agustina.

Masih kata Agustina, kejanggalan sebelum kematian Nurul, ketika Naryo suami korban sempat memberi pesan agar korban tak keluar rumah saat ditinggal ke Solo. Saat itu Naryo hendak mengantar anak pertamanya ke Pondok Pesantren di Solo. Sekitar pukul 07.00 WIB, Naryo berpamitan ke Nurul untuk mengantar anaknya ke Solo dengan mengendarai sepeda motor.

Disaat itulah pembunuhan terhadap Nurul terjadi. Diduga usai dibunuh Nurul kemudian dibuang di halaman Masjid di Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Sekitar pukul 16.00 WIB, jasad Nurul Khotimah kemudian ditemukan dengan keadaan tewas tanpa identitas. "Saat itu informasinya rumah memang dalam keadaan sepi. Kemudian suaminya baru pulang kerumah sekitar pukul 21.00 WIB, dan sudah ada polisi dirumah yang meminta untuk datang ke RS Bhayangkara," jelas Agustina.

Sementara itu, Kapolres Kediri AKBP Erick Hermawan mengatakan, dari hasil otopsi di tubuh korban memang ditemukan bekas jeratan di leher. "Hasil otopsi menyatakan jika kematian korban karena kehabisan oksigen. Besar kemungkinan kematian korban karena dicekik," tandasnya saat melakukan olah TKP di lokasi ditemukannya jasad korban.

Lanjut AKBP Erick, pihaknya memastikan segera mengungkap kasus pembunuhan tersebut. Hingga saat ini pihaknya masih memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti. "Ada lima saksi yang sudah kita periksa. Untuk saat ini sedang penyelidikan barang bukti yang mengarah kepada pelaku pembunuhan. Ada dugaan pelakunya orang terdekat," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga sekitar Masjid Annas Bin Fadila di Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri dibuat geger. Pasalnya, usai sholat ashar warga menemukan jasad wanita tanpa identitas yang berada di sebelah masjid.

Korban ditemukan berada di sebelah utara masjid kondisi terlentang dengan memakai cadar dan berbaju hitam. Sebelah korban juga ditemukan sebuah payung. Bahkan perhiasan berupa cincin dan kalung yang masih berada di tubuh korban juga tidak hilang. Can