Penempatan Pedagang Pasar Setono Betek Jadi Masalah Baru

 

Pasar Setono Betek Kota Kediri yang usai direvitalisasi. (SP/CAN)


SURABAYAPAGI.COM, KEDIRI - Pasca selesainya revitalisasi Pasar Setono Betek Kota Kediri, ternyata menimbulkan masalah baru. Sejumlah pedagang konveksi di pasar tersebut, yang rencananya bakal ditempatkan di lantai dua mengadu ke pemerintah setempat dan DPRD Kota Kediri.
 
Konflik terjadi ketika adanya penataan pedagang di pasar tradisional terbesar di Kota Kediri. Dari masalah itu kalangan dewan Komisi B DPRD Kota Kediri akhirnya menggelar rapat dengar pendapat di gedung dewan, Kamis (4/1/2018) untuk menyelesaikan konflik tersebut. Banyak keluhan dari sejumlah pedagang konveksi di Pasar Setono Betek yang enggan menempati lantai dua. Mereka khawatir jika berada dilantai dua, maka jumlah pembeli dipastikan akan berkurang.
 
Ana, salah satu pedagang konveksi mengaku, penempatan pedagang konveksi harus tetap berada di lantai bawah. Pasalnya banyak pedagang yang khawatir jika keberadaan lapak di lantai atas akan terancam mati. "Sudah banyak contoh pasar tradisional yang memiliki lantai dua pasti tidak laku. Salah satunya seperti Pasar Pahing Kota Kediri, sampai saat ini lantai atas pasar tersebut juga tidak ada pengunjung," ujar Ana saat menyampaikan keluhannya di depan wakil rakyat.
 
Menanggapi hal itu, Direktur PD Pasar Kota Kediri, Saiful Yasin mengatakan, dalam pembagian lapak para pedagang Pasar Setono Betek, pihaknya belum sepenuhnya memiliki wewenang. Pasalnya hingga saat ini Dinas Pekerjaan Umum Kota Kediri yang membangun pasar tersebut belum melakukan penyerahan pasca revitalisasi. "Sebenarnya yang baku itu karena PD Pasar belum menerima penyerahan dari Dinas PU. Sehingga PD Pasar belum punya hak untuk mengelola Pasar Setono Betek," ungkapnya.
 
Namun Yasin menjelaskan, sebenarnya pembagian lokasi pedagang sudah mengacu pada struktur bangunan pasar. Sehingga untuk pedagang kering seperti pedagang konveksi berada di lantai atas dan untuk pedagang basah berada di lantai bawah. "Untuk struktur bangunan sudah dibuatkan sedemikian rupa. Jadi seperti air dan pembuangannya untuk lantai atas berbeda dengan lantai bawah. Karena lantai atas rencananya memang untuk pedagang konveksi," tandasnya.
 
Semenjak adanya masalah itu, dalam penempatan lapak para pedagang, Yasin tetap akan melakukan koordinasi terhadap sejumlah pedagang Pasar Setono Betek. "Sebelum penempatan, nanti tetap akan dimusyawarahkan dulu, kalau semua minta dibawah terus nanti yang diatas siapa?" imbuhnya.
 
Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Kota Kediri, Nurudin mengatakan, dari rapat dengar pendapat sudah menghasilkan kesepatan. "Ada beberapa kesepakatan salah satunya semua pedagang konveksi sepakat ditempatkan di lantai bawah. Ditambah untuk penataan pedagang konveksi diserahkan pada pedagang konveksi sesuai keinginan Walikota Kediri. Masalah ini harus selesai sebelum tanggal 27 Januari besok. Dan pada penempatan pedagang akan dibentuk tim penempatan," ucapnya.
 
Seperti diketahui, terdapat 424 pedagang yang rencananya bakal ditempatkan di bangunan baru blok A Pasar Setono Betek. Pasar Setono Betek sendiri rencananya dibangun empat blok dengan dua lantai. Namun untuk tahun 2017, pembangunan dilakukan hanya pada blok pertama. Sedangkan sisanya dilanjutkan tahun 2018. Can



Komentar Anda



Berita Terkait