Massa menunjukkan rasa syukur atas tidak terpilihnya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjadi Bacawagub Jatim. Foto : SP/QOMAR.

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Lagi, Puluhan massa yang tergabung dalam Relawan Saya Surabaya mendatangi balai kota Surabaya, Rabu (10/01). Mereka memberi ucapan selamat serta dukungan kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini lantaran tidak jadi diusung mendampingi Saifullah Yusuf menjadi Calon Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2018 – 2023 sehingga bisa menuntaskan kinerja hingga masa jabatan berakhir.

Puluhan massa tersebut berkumpul di taman bungkul sekitar pukul 12.00 WIB. Dengan mengendarai satu mobil angkutan umum serta beberapa motor massa bergerak menuju Balai Kota Surabaya. Sambil membawa tumpeng nasi kuning, massa menunjukkan rasa syukur atas tidak terpilihnya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjadi Bacawagub Jatim.

Koordinator aksi Imam Budi Utomo mengatakan, pada awalnya aksi tersebut direncanakan sebagai aksi demonstrasi penolakan Risma untuk diusung sebagai Cawagub Jatim. Namun, setelah mendapat kabar bahwa bukan Risma yang ditunjuk oleh PDIP, aksi penolakan tersebut berubah menjadi aksi syukuran.

“Awalnya kita akan aksi tolak ke KPU Jatim. Tapi karena Bu Risma ndak jadi ditunjuk, makan aksi kita rubah menjadi syukuran dengan menyerahkan tumpeng,” ujar Imam.

Menurut Imam aksi tersebut didasari atas kecintaan warga Kota Surabaya yang diwakili oleh kelompoknya kepada Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Oleh kelompok tersebut, Risma dianggap berhasil membangun serta membuat nyaman Kota Surabaya.
“Bu Risma ini kami anggap berhasil membangun kota Surabaya. Perubahan kota terlihat nyata. Untuk itu kami meminta Bu Risma tetap memimpin sampai akhir masa jabatannya,” kata Imam.

Sementara itu, salah satu orator mengatakan bahwa kelompok massa aksi yang terdiri dari komunitas kampung lawas, UMKM, serta elemen lainnya mengatakan bahwa mereka tidak ingin dipimpin oleh orang yang tak dikenal prestasinya.

“Kita tahu Bu Risma berhasil memimpin Kota Surabaya dan menjadikannya lebih baik, kita tidak ingin Surabaya dipimpin oleh orang tak dikenal atau seperti Jakarta dengan pimpinan estafet. Untuk itu kita tetap meminta Bu Risma di Surabaya sampai akhir masa jabatan,” tegasnya.

Secara simbolis tumpeng nasi kuning diterima oleh Kabag Humas Pemkot Surabaya M Fikser. Hal ini lantaran Risma tidak bisa menemui massa dikarenakan menghadiri agenda Pemerintah Kota Surabaya.

“Mohon maaf, ibu sedang ada agenda dinas jadi saya yang mewakili. Dan kami berharap semoga Kota Surabaya makin maju dan nyaman,” pungkas Fikser. Usai memberikan tumpeng, massa kemudian menurunkan spanduk – spanduk penolakan yang berada di sekitar Balai Kota sebagai tanda berakhirnya aksi penolakan tersebut. alq