Poros Baru, Butuh Figur Baru

 

Gerindra-PAN-PKS saat mengadakan acara nobar G30S/PKI, beberapa waktu yang lalu. Foto: SP/IBNU.


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Munculnya Poros Emas yang diinisiasi oleh Partai Gerindra-PAN-PKS, oleh akademisi dipandang bakal menghadapi beberapa tantangan berat. Lantas bagaimana kesiapan dari partai-partai tersebut untuk menghadapi tantangan yang ada?

Antropolog politik asal Unair Linggar Rama Dian Putra menilai saat ini swing voters akan menjadi tantangan besar bagi kemunculan Poros Emas. Pasalnya, di Jawa Timur, swing voters masih begitu mendominasi.

"Swing voters ini bukan hanya pemilih milenial loh. Tapi ada juga kalangan pengusaha dan pemilih pemula. Kenapa kalangan pengusaha masuk? Karena mereka akan cenderung memilih mana yang menguntungkan bagi iklim bisnis," kata Linggar, ditemui di Fisip Unair pada Rabu (8/11).

Akan tetapi, menurut Linggar, partai-partai yang menginisiasi Poros Emas tersebut saat ini sudah memiliki modal yang cukup untuk menghadapi tantangan tersebut. "Salah satu contohnya, Pak Prabowo ketika menjadi Ketua HKTI dinilai sangat berhasil. Lalu dari PKS, tokohnya ada yang pernah jadi Mentan dan ketika itu subsidi pupuk di Jatim sangat bagus. Dua hal itu, sudah menjadi portofolio yang bagus bagi Gerindra dan PKS. Mereka sudah membuktikan bahwa di kalangan Pengusaha Tani bahwa mereka bisa menjadi angin segar untuk iklim bisnis," jelasnya."

Terkait pemilih milenial, Linggar saat ini juga memandang Gerindra sudah memiliki modal yang sangat cukup kuat. Gerindra, dalam pandangan Linggar, sudah disebut sebagai partai yang mewakili milenial.

"Terlebih lagi, berdasarkan salah satu lembaga survei, elektabilitas Presiden Jokowi di kalangan milenial semakin menurun. Justru saat ini, Prabowo dan Gerindra-nya lah yang identik dengan hal tersebut," jelas Linggar lebih lanjut.

Senada, pakar komunikasi pembangunan asal Unair Yayan Sakti Suryandaru memiliki anggapan yang sama. Swing voters, bisa menjadi peluang besar apabila Poros Emas mampu mengakomodir mereka.

"Karena para swing voters ini adalah orang-orang yang sudah jenuh dengan intrik politik. Mereka jenuh dengan yang itu-itu saja. Butuh figur fresh yang baru," kata Yayan, ditemui terpisah.

Figur baru tersebut, menurut Yayan, sudah pasti harus bisa mengakomodir kebutuhan dari para swing voters tersebut. "Ya yang bersih. Lalu, rekam jejaknya juga bagus. Berprestasi juga. Kemudian sudah mereka kenal. Dan yang terpenting, adalah ke depannya menurut mereka mampu bekerja dengan baik," pungkasnya. ifw



Komentar Anda



Berita Terkait