Cak Imin: PKB Siap Kawal UU No 8 Tahun 2016

 

Muhaimin Iskandar saat dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa oleh Unair, beberapa waktu yang lalu. Foto: SP/IBNU.


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Di depan ratusan penyandang disabilitas, Ketum DPP PKB Muhaimin Iskandar menegaskan tidak boleh lagi ada diskriminasi dan perlakuan tidak adil kepada kaum difabel dan penyandang disabilitas di bumi Indonesia. Mereka harus mendapatkan hak yang setara dalam kehidupan bermasyarakat.


"Akses yang setara dan kehidupan yang inklusif bagi penyandang disabilitas adalah amanat undang-undang yang harus dikawal bersama. Sudah bukan zamannya lagi membeda-bedakan warga negara dari kekurangan fisik dan keterbatasannya," kata Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin saat mengisi pelatihan pengembangan kapasitas bagi penyandang disabilitas, kemarin.

Pria yang juga merupakan Ketua Umum PKB tersebut juga menyatakan siap mengawal dan mendampingi penuh tujuan-tujuan pemenuhan hak politik, sosial, ekonomi, maupun budaya penyandang disabilitas. "PKB siap berada di garda depan mengawal implementasi UU 8/2016 yang telah jelas mengatur adanya kesamaan akses, perlakuan, perlindungan, hak menyatakan pendapat, hak berprestasi, dan hak-hak lainnya untuk penyandang disabilitas," kata Cak Imin.

Di sisi lain, mantan Menakertrans tersebut juga memotivasi para pemuda penyandang disabilitas agar tidak pernah menyerah dan pantang mundur dalam mewujudkan cita-citanya. Semangat juang untuk terus berkembang harus terus dimiliki oleh para pemuda disabilitas.

"Gus Dur yang tidak dapat melihat saja bisa menjadi Presiden. Maka kita semua tentu juga bisa menjadi apapun yang kita inginkan. Yang penting tetap semangat dan terus berjuang," ujar Cak Imin.

Untuk mendorong adanya perlakuan yang setara, aspek kesamaan hak dan akses bekerja di sektor dunia usaha, Cak Imin meminta pemerintah dan juga menghimbau dunia usaha baik BUMN maupun swasta agar mewujudkan satu persen lapangan kerja bagi penyandang disabilitas. "Sebagai wujud konkret memperhatikan nasib kaum difabel, seyogianya pemerintah dan dunia usaha memberikan satu persen lapangan kerja bagi mereka. Saya sudah sampaikan ke Menteri Ketenagakerjaan, dan menghimbau dunia usaha memberikan satu persen saja dari pos pegawai mereka untuk difabel. Satu persen itu tidak besar, tapi ini harus dimulai untuk menunjukkan komitmen bangsa ini pada penyandang disabilitas," tegasnya. ifw



Komentar Anda