PKB Dorong GI-Anas Gagas Kebijakan Ramah Difabel

 

Beberapa trotoar di Surabaya juga masih belum ramah pada difabel. Buktinya adalah terdapatnya palang yang menjadikan para pengguna kursi roda tidak dapat melalui trotoar tersebut. Foto: SP/Byob.


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Di tengah maraknya perang dukungan di kalangan para tokoh yang hendak maju pada Pilgub Jatim 2018, PKB telah mengambil satu langkah signifikan. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mendesak bagi pasangan Cagub dan Cawagub Gus Ipul-Anas untuk memasukkan program kepedulian pada kaum difabel.

Langkah Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin, dapat menjadi oase bagi kontestasi Pilgub Jatim 2018. Sebab, sebelumnya, perang yang terjadi di kalangan tokoh hanya berkisar pada dukungan dari partai maupun elemen masyarakat.

Ditemui kemarin, Cak Imin sangat menekankan agar paslon yang sudah mendapatkan tiket dari PKB dan PDIP tersebut benar-benar memperhatikan hak-hak dari para difabel. Mereka, menurut Cak Imin, harus mendapatkan hak yang setara. Diskriminasi terhadap mereka sudah tidak boleh lagi terjadi.

"Akses yang setara, harus juga bisa mereka dapatkan. Bukan lagi jamannya untuk membeda-bedakan warga negara dari keterbatasan fisik dan keterbatasan yang mereka miliki," tegas Cak Imin.

Pasangan Gus Ipul-Anas, menurut Cak Imin, harus mampu mengawal misi PKB pada konteks tersebut. "PKB siap berada di garda depan mengawal implementasi UU 8/2016 yang telah jelas mengatur adanya kesamaan akses, perlakuan, perlindungan, hak menyatakan pendapat, hak berprestasi, dan hak-hak lainnya untuk penyandang disabilitas. Maka mereka(Gus Ipul-Anas) akan kita tekankan untuk itu juga," katanya.

Lebih lanjut, Cak Imin juga menjabarkan bahwa ada beberapa contoh langkah konkret yang bisa kelak diambil pasangan Gus Ipul dan Anas terkait para difabel. Salah satunya adalah tentang kuota ketenagakerjaan bagi mereka yang berkemampuan khusus tersebut.

"Sudah sewajarnya Pemerintah dan dunia usaha memberikan satu persen lapangan kerja bagi mereka. Saya sudah sampaikan ke Menteri Ketenagakerjaan, dan menghimbau dunia usaha memberikan satu persen saja dari pos pegawai mereka untuk difabel. Satu persen itu tidak besar, tapi ini harus dimulai untuk menunjukkan komitmen bangsa ini pada penyandang disabilitas. Jatim juga harus bisa mewujudkan itu," pungkas mantan Menakertrans tersebut. ifw



Komentar Anda



Berita Terkait