Bos Empire Menang Praperadilan, Polda Siap Buat Sprindik Baru

 

SURABAYA PAGI, Surabaya – Perseteruan sesama bos Empire Palace Surabaya antara Gunawan Angka Widjaja dengan mantan istrinya, Trisulowati alias Chin Chin, makin seru. Kabar terbaru, Gunawan yang berstatus buron atau daftar pencarian orang (DPO), Senin (12/2/2018), menang praperadilan melawan Polda Jatim. Ini terkait penetapan tersangka Gunawan yang dilaporkan Chin Chin dalam kasus pemalsuan akte otentik dalam RUPS Luar Biasa PT Blauran Cahaya Mulia (BCM). Kasus ini makin ruwet, karena pekan lalu, Chin Chin yang dibantu pengacara top Hotman Paris Hotman Paris Hutapea melaporkan pengacaranya Gunawan, Abdul Malik SH yang juga Ketua DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) Jatim. Menariknya, laporan dengan tuduhan pemalsuan tanda tangan surat kuasa itu berawal dari gugatan praperadilan yang diajukan Gunawan.

----------------

Dalam sidang yang digelar di ruang sidang Garuda Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (12/2/2018), hakim tunggal Dwi Purwadi dalam amar putusannya menyatakan penetapan tersangka oleh penyidik Polda Jatim prematur dan tidak cukup bukti. Bahkan laporan yang dilakukan Chin Chin dinilai tidak sah.

 

"Mengabulkan permohonan pemohon dan menyatakan penetapan tersangka (Gunawan Angka Widjaya, red) prematur dan kurang cukup bukti," kata hakim Dwi Purwadi saat membacakan putusan.

 

Pertimbangan hakim, putusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) luar biasa sudah sesuai dengan Undang-Undang Perseroan Terbatas (PT). Bahkan hakim menilai tidak ada pemberian keterangan palsu dalam akte otentik hasil RUPS tersebut.

 

Untuk diketahui, persoalan ini mencuat setelah Chin Chin melaporkan Gunawan berdasarkan LPB/101/I/2017/UM/SPKT Polda Jatim. Dalam laporan itu, Chin Chin juga melaporkan enam orang yang diduga terlibat dalam konspirasi tindak pidana memasukkan dan menggunakan keterangan palsu dalam akta otentik, sesuai pasal 266 ayat 1 jo 266 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara. Laporan itu berawal digelarnya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 1 September 2016.

 

Atas laporan itu, Polda Jatim menetapkan Gunawan sebagai tersangka. Namun Gunawan beberapa kali mangkir dari panggilan penyidik, hingga Gunawan akhirnya ditetapkan sebagai DPO alias buron. Selanjutnya, Gunawan menunjuk Abdul Malik yang juga Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jatim sebagai pengacaranya untuk melakukan gugatan praperadilan atas penetapan dirinya sebagai tersangka.

 





Saat dikonfirmasi, Abdul Malik mengatakan semua pihak agar menghormati semua putusan hakim. Ia berharap putusan hakim dilaksanakan oleh para pihak dengan sebaik-baiknya. “Untuk langkah-langkah selanjut kita belum bisa berkomentar banyak karena belum melihat isi putusan,” ujar Malik dihubungi melalui ponselnya, semalam.

 

Disinggung soal laporan Chin Chin ke Polda soal tuduhan memalsu tanda tangan Gunawan, Malik enggan berspekulasi. “Saya masih ada acara di luar kota,” kelit pengacara berkumis ini.

 

Buka Sprindik Baru

Sementara itu, Ketua Tim Kuasa Hukum Polda Jatim, AKBP Dr Adang Oktori SH MH mengaku kecewa dengan putusan hakim. Ia menilai putusan hakim Dwi Purwadi telah menyinggung pokok perkara. "Hakim justru tidak mempertimbangkan sah atau tidaknya penetapan tersangka Gunawan," cetus Adang usai sidang.

 

Tak hanya itu, Adang mengaku akan melakukan upaya hukum lagi atas diterimanya permohonan praperadilan Gunawan Angka Widjaja. "Kami akan buka Sprindik lagi," tandas Adang.

 

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menambahkan pihaknya tetap menghormati putusan pengadilan. "Yang jelas menunggu novum baru dalam penyidikannya nanti," ujar Barung.

 

Disinggung soal laporan Chin Chin terkait dugaan pemalsuan tanda tangan dalam surat kuasa untuk mempraperadilankan Polda Jatim, Kombes Barung mengaku akan dilakukan penyelidikan. "Tunggu saatnya nanti," terangnya.

 

Apakah Polda Jatim kembali mengeluarkan sprindik baru terhadap penanganan Gunawan Angka Widjaja? "Tunggu novum (bukti baru, red) ya," cetus dia.

 

Keberadaan Gunawan

Ketika praperadilan berlangsung, Gunawan posisinya tidak ada. Gunawan dinyatakan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak November 2017. Bahkan surat kuasa Gunawan dalam praperadilan sempat dipermasalahkan karena diduga palsu.

 

Sebelumnya, Barung mengungkapkan ada beberapa poin yang harus dikaji penyidik meski Chin Chin telah menyerahkan beberapa bukti. Yakni  menyerahkan spesifikasi tanda tangan asli Gunawan, kemudian tanda tangan yang dipegang Abdul Malik. “Nanti itu akan dilakukan uji labfor Polda Jatim,” kata Barung.

 

Mengenai posisi Gunawan saat ini, menurut Barung, pihaknya menemui kendala meski sudah ada kerjasama dengan interpol. "Tapi polisi telah mengetahui keberadaan Gunawan," pungkasnya. Sempat beredar kabar jika Gunawan bersembunyi di Singapura. n



Komentar Anda



Berita Terkait