Polda Kalah Dipraperadilkan

 

SURABAYAPAGI, Surabaya - Entah kurang dalam menyiapkan hukum,  kemarin Polda Jawa Timur, kalah dalam permohonan gugatan praperadilan melawan bos Empire Palace, Gunawan Angka Widjaja di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (12/2).

Dimana dalam persidangan yang hakim tunggal, Dwi Purwadi SH yang menangani permohonan tersebut, menilai  penetapan tersangka Gunawan dinilai prematur dan dianggap tidak cukup bukti. Bahkan laporan yang dilakukan istrinya, Trisulowati Jusuf alias Chin Chin dinilai tidak sah.

"Mengabulkan permohonan pemohon dan menyatakan penetapan tersangka prematur dan kurang cukup bukti," kata hakim Dwi Purwadi saat membacakan putusan.

Pertimbangan hakim, putusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) luar biasa sudah sesuai dengan UU Perusahaan. Bahkan hakim menilai tidak ada pemberian keterangan palsu dalam akte otentik

Ketua Tim kuasa hukum Polda Jatim, AKBP Dr Adang Oktori SH MH usai sidang, mengaku kecewa atas putusan hakim. Ia menilai putusan hakim Dwi Purwadi telah menyinggung pokok perkara. "Hakim justru tidak mempertimbangkan sah atau tidaknya penetapan tersangka Gunawan," tandas Adang usai sidang

Tak hanya itu, Adang mengaku akan melakukan upaya hukum lagi atas diterimanya permohonan praperadilan Gunawan Angka Widjaja. "Kami akan buka sprindik lagi," sambung Adang.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, pihaknya tetap menghormati putusan pengadilan.

"Kita hormati putusan pengadilan. Yang jelas menunggu novum baru dalam penyidikannya nanti," jelasnya.

Ketika disinggung soal laporan Chin Chin beberapa waktu lalu terkait dugaan pemalsuan tanda tangan dalam surat kuasa untuk mempraperadilankan Polda Jatim, Kombes Barung mengaku akan dilakukan penyelidikan. "Tunggu saatnya nanti," terangnya.

Apakah Polda Jatim kembali mengeluarkan sprindik baru terhadap penanganan Gunawan Angka Widjaja? "Tunggu novum baru," tandasnya.

Ketika praperadilan berlangsung, Gunawan posisinya tidak ada. Gunawan dinyatakan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak November 2017. Bahkan surat kuasa Gunawan dalam praperadilan sempat dipermasalahkan karena diduga palsu.

Persoalan ini mencuat setelah Chin Chin melaporkan Gunawan berdasarkan LPB/101/I/2017/UM/SPKT POLDA JATIM. Dalam laporan itu, Chin Chin juga melaporkan enam orang yang diduga terlibat dalam konspirasi tindak pidana memasukkan dan menggunakan keterangan palsu dalam akta otentik, sesuai pasal 266 ayat 1 jo 266 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara. Laporan itu berawal digelarnya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 1 September 2016.nt



Komentar Anda



Berita Terkait