Advokat Bos Empire Palace, Di-Polda-kan Lagi

Usai Adukan Ketua DPD KAI Jatim ke Pusat

 

Abdul Malik dan Teguh Suharto Utomo


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Belum tuntas, terkait laporan pertama advokat Teguh Suharto Utomo oleh Ketua DPD KAI Jawa Timur, Abdul Malik pada beberapa waktu lalu, kini, pengacara bos Empire Palace, Gunawan Angka Widjaya itu kembali dilaporkan untuk yang kedua kalinya, dengan pelapor yang sama. Kali ini sesuai dengan surat LPB/1457/XI/2017/UM/SPKT, Kamis (9/11/2017) malam.

Laporan: Firman Rachman; Editor: Raditya M.K.

Teguh kembali dilaporkan atas tuduhan dan fitnah yang mencemarkan nama baik Ketua DPD KAI Jatim tersebut. Teguh pun terancam pasal berlapis. Abdul Malik, selaku pelapor saat dikonfirmasi Surabaya Pagi Minggu (12/11/2017) mengatakan, jika saat ini Teguh kembali dilaporkan lantaran berulah dengan melayangkan surat yang berisi fitnah terhadapnya kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KAI.

"Saya laporkan lagi dia, bagaimana bisa ada surat dari dia kepada DPP KAI yang menyatakan saya pernah satu kuasa dengan dia atas perkara Gunawan. Kedua saya dituduh membelot dan berkhianat dengan merapat ke Trisulowati alias Chin-chin," kata Malik, Minggu (12/10/2017) sore.

Adapun pokok persoalan yang membuat Malik geram adalah, pernyataan Teguh yang memfitnah dirinya. dalam surat tersebut termaktub jika Abdul Malik pernah menjadi partner dan satu kuasa untuk mengadvokasi bos Empire atas kasus yang menjeratnya, kedua, di pertengahan, Malik dituduh berkhianat dengan membelot ke Chin-chin pihak lawan, yang ketiga, ada usulan untuk mengganti jabatan DPD KAI Jatim. Surat tersebut dilayangkan Teguh pada tanggal 2 Agustus 2017.

"Dia itu siapa, sudah mencemarkan nama baik, memfitnah dan malah ada info kalau meminta saya diganti," geram Malik melihat tingkah Teguh.

Dari bukti yang dihimpun oleh Malik, ternyata kartu anggota Teguh yang selama ini dipayungi oleh KAI Banten sudah habis masa berlakunya dan tidak diperpanjang selama beberapa bulan. Hal tersebut, sesuai prosedur, Teguh seharusnya tidak dapat beracara. "Iya, dia harusnya tidak dapat beracara," imbuhnya.

Teguh Tolak Mediasi DPP KAI
Namun demikian, jawaban dari DPP Pusat atas surat yang dilayangkan Teguh yang tertanggal pada 18 Oktober menyebut jika aduan Teguh dinilai tidak memiliki validasi hukum, kemudian pasal poin kedua tertulis jika Teguh menolak mediasi yang disarankan DPP KAI, poin ketiga, DPP KAI, menyatakan jika laporan Malik terhadap Teguh dapat diproses dan dijalankan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Surat balasan itu ditandatangani oleh Sekjen DPP KAI, Apolos Djara Bonga S.H. .

Selain informasi tersebut, ada pula informasi yang menyatakan jika Teguh kini menjadi buruan polisi lantaran mangkir dua kali saat pemanggilan, penyidik pun akhirnya menerbitkan surat perintah membawa paksa. Namun saat informasi ini didalami ke pihak penyidik melalui Kasubdit Harda Bangtah, AKBP Yudhistira, belum ada jawaban yang diterima oleh Surabaya Pagi.

Teguh: Abdul Malik tak Profesional
Terpisah, saat Teguh Suharto Utomo dihubungi Surabaya Pagi, Minggu (12/11/2017) malam menganggap tindakannya pengaduan ke DPP KAI sebagai bentuk aduan internal.

“Memangnya kenapa? Surat (saya) kepada DPP, itu kan internal ke Presiden KAI, mengenai kelakuan tidak profesionalnya (Abdul Malik) selaku Ketua DPD KAI Jatim,” tegas Teguh, saat dikonfirmasi semalam.

Bahkan, Teguh menilai, tuduhan fitnah wakil Ketua Gerindra Jatim kepada dirinya, masih kabur. “Padahal tuduhan fitnah itu khan harus jelas unsurnya. Coba jelaskan, mana fitnahnya. Saya capek sama berurusan dengan Malik. Suruh dia kembalikan uang saya!,” lanjut Teguh. fir

 



Komentar Anda