Gerai Cepat Saji Jadi Tongkrongan Cewek Malam

 

Suasana gerai makanan cepat saji di Jalan Adityawarman, Surabaya, tadi malam. FOTO SP/JULIAN


Banyak tempat di kota Surabaya yang bisa dijadikan kongkow-kongkow di malam hari. Jika Taman Bungkul identik dengan tempat cangkruknya berbagai komunitas malam, lainnya dengan gerai makanan cepat saji di Jalan Adityawarman. Lantaran dekat dengan sejumlah tempat hiburan dan hotel, tempat ini kerap dijadikan meeting point sejumlah perempuan pekerja malam alias purel. Benarkah?
---------------
Laporan : Firman Rachman
---------------

Gemerlap dunia hiburan malam di Surabaya menjadi salah satu faktor yang memperkokoh status Surabaya sebagai kota Metropolitan. Tempat hiburan sudah menjadi kebutuhan. Tak heran jika belakangan ini bermunculan banyak karaoke, kafe dan hotel di kota Pahlawan ini. Salah satunya di seputaran Jalan Adityawarman hingga Jalan Mayjen Sungkono.

Seperti di KFC di jalan Adityawarman. Gerai makanan itu dibangun dekat dengan mall Surabaya Town Square (Sutos). Bukan tanpa alasan, tiap harinya gerai ini selalu ramai didatangi konsumen penggila makanan cepat saji. Mulai dari pekerja kantoran saat jam istirahat, pegawai toko, mahasiswa, pelajar, keluarga hingga para lady escort atau pemandu lagu tempat hiburan malam.

Pantauan Surabaya Pagi, di malam hari, kunjungan gerai cepat saji ini memang tak seramai waktu jam kerja normal. Namun sekitar pukul 23.00 - 03.00 WIB, ada pemandangan menarik. Sejumlah perempuan dan pasangannya dengan gaya berpakaian terbuka.

Penasaran, Surabaya Pagi pun mencoba berbincang dengan tiga perempuan dan satu laki-laki yang berkunjung di gerai tersebut pada sekitar pukul 03.20 WIB. Dari gerak-gerik dan nada bicaranya para perempuan ini masih dipengaruhi oleh minuman beralkohol. Tanpa menghiraukan pengunjung lain, mereka tidak memedulikan rok mini dan pakaian ketat yang sedikit terbuka.

"Iya mas, baru selesai kerja di karaoke. Emang kalau lagi laper sering mampir sini dulu. Kadang juga janjian sama orang," selorohnya sambil terbahak.

Tak hanya itu, salah satu sumber Surabaya Pagi juga pernah menyebut gerai makanan cepat saji itu menjadi tempat pertemuan para purel dengan para kliennya. Namun tak hanya di Adityawarman, gerai cepat saji seperti di jalan Basuki Rahmat juga kerap menjadi lokasi pertemuan mereka.

"Saya emang suka cari via Twitter, mereka sering ngajak ketemuan awal biasanya di gerai makanan cepat saji itu mas. Pertama costnya gak terlalu mahal, kalau di mall kan ribet itu. Misal kalau di Adityawarman eksekusinya di hotel dekat situ, bisa sebelumnya naik ke FP (Foreplay, red). Kalau di Basra ya banyak juga tempat hiburannya. Meeting pointnya biasa di gerai cepat saji," aku Tomi, seorang narasumber Surabaya Pagi.

Fenomena gerai cepat saji yang buka selama 24 jam penuh, memang cukup membantu masyarakat yang butuh keberadaannya sebagai tempat jujukan saat lapar. Namun di balik itu, situasi tak terkontrol bisa saja terjadi, seperti menjadi tempat berkumpulnya para pelaku kejahatan yang sifatnya transaksional. n



Komentar Anda



Berita Terkait