Layanan Boneka Seks Diberhentikan

 

Parade boneka seks yang diterbitkan oleh Touch.


SURABAYAPAGI.COM, Beiiing – Boneka seks yang ditawarkan oleh perusahaan Touch ditarik dari pasaran setelah empat hari dioperasikan. Walaupun sebenarnya permintaan pasar sangat tinggi dan banyak penilaian positif namun layanan boneka ini terpaksa diberhentikan.

Touch menyatakan, ide boneka seks berbagi ini menuai kontroversi dan perdebatan lebih sengit dari yang mereka perkirakan. Selain itu, akibat menawarkan jasa ini, perusahaan tersebut harus menjalani investigasi dan wajib membayar denda yang dijatuhkan otoritas negeri Tirai Bambu.

Touch juga mengumumkan permohonaan maaf resmi ke masyarakat karena telah menyebar pengaruh sosial yang negatif.

Tujuan utama perusahaan itu sesungguhnya adalah menawarkan alternatif kehidupan seksual melalui penggunaan boneka seks yang harganya terjangkau, serta dapat dibeli konsumen dari segala lapisan masyarakat.

Perusahaan yang berbasis di Fujian, tenggara China ini berjanji akan membayar kompensasi kepada pengguna yang telah membeli jasa ini. Kompensasi yang diberikan bernilai dua kali lebih besar dari apa yang telah dibayar.

Perusahaan yang sehari-harinya bergerak di bidang jasa penjualan alat-alat bantu seks ini menghadirkan “inovasi” yang menjadi kontroversi, yakni boneka seks berbagi. Boneka-boneka seks itu hadir dengan beragam pilihan. Ada yang berkebangsaan China, Hongkong, Korea, hingga Rusia.

Tidak ketinggalan, boneka seks silikon ini juga hadir dengan sejumlah karakter yang berbeda-beda sesuai dengan selera pelanggan.

Untuk menggunakan jasa ini sendiri tidaklah sulit. Tinggal mengunduh aplikasi “Touch” kemudian memilih karakter wanita yang disukai.

Bahkan pelanggan dapat mengutak-atik gaya rambut, warna rambut, warna kulit hingga warna mata dari boneka itu.

Pelanggan dapat memilih. Apakah mereka ingin bercinta dengan suster, anak sekolahan, atau Wonder Woman sekalipun.

Mereka yang tertarik cukup membayar sebesar 298 yuan atau sekitar Rp 603.000. Deposit sebesar 8.000 yuan, atau terlebih dahulu harus menyetor sekitar Rp 3,3 juta.
 
Deposit akan dikembalikan setelah penggunaan boneka seks ini selesai.

Jasa ini menjadi perbincangan hangat dan sasaran kritik netizen China. Ada yang mempertanyakan etika dari pelayanan ini. Dilaporkan, tercatat ada 53 juta pengguna aplikasi kontroversial ini di mana 45 persen adalah remaja berusia 20-an tahun. Selain itu 30 persen pengguna adalah konsumen perempuan.



Komentar Anda