Homestay Esek Esek Digerebek Polisi

 

homestay esek esek tersebut digerebek Satreskrim Polrestabes Surabaya. SP


SURABAYAPAGI, Surabaya - Sudah hampir 4 tahun, homestay Rotterdam Jalan Nginden Intan Barat Surabaya beroperasi. Selama itu pula, homestay milik Sumi (42) tersebut tidak berijin. Kendati selama itu tidak pernah tersentuh Pemkot Surabaya. Namun kali ini, homestay esek esek tersebut digerebek Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Berawal dari informasi bahwa banyak PSK (pekerja seks komersial) freelance disana, Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) langsung melakukan observasi disana. Setelah mendapat bukti yang cukup, Rabu (07/12/2016) pukul 16.00 Wib, mereka menggerebek homestay tersebut.

Dari penggerebekan tersebut, Unit PPA mengamankan 8 orang. Diantaranya manager operasional dan resepsionis homestay, dua pasangan muda, seorang PSK freelance, serta seorang pelanggan. "Manager dan resepsionisnua sudah kami tetapkan menjadi tersangka," sebut Wakasatreskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Bayu Indra Wiguno, Kamis (08/12/2016).

Untuk manager homestay diketahui bernama Haryono alias Hari (20) asal Jalan Poros Mangkajang Berau Kaltim, yang sehari hari tingga di Jalan Nginden Intan Barat C1/47 Surabaya. Sedangkan resepsionis itu bernama M Faris als Faris (20) asal Ds Krajan, Desa Bito Kec Semanding, Tuban. Sedangkan Sumi, sang pemilik masih periksa intensif hingga semalam.

"Diluar kedua tersangka itu, kapasitasnya adalah saksi. Manager dan resepsionis tersebut kami tetapkan menjadi tersangka karena terbukti melanggar Pasal 296 KUHP. Artinya, keduanya telah terbukti sengaja menyebabkan atau memudahkan cabul oleh orang lain dengan orang lain. Kemudian hal itu dijadikan sebagai mata pencaharian. Pasal itu mengancam tersangka dengan hukuman paling lama 1,4 tahun," beber Kompol Bayu.

Modus yang dilakukan tersangka adalah dengan memasang iklan homestay mereka di OLX. Karena penasaran, banyak pemesan kamar yang datang. Sebab selain harganya miring, keduanya mengatakan menginap di homestay tersebut, aman dan nyaman. Untuk short time (4 jam) menginap, tarif yang dipasang hanya 80 ribu hingga 100 ribu. Sedangkan longtime, hanya 200 ribu.

Dengan harga itu, homestay ini kemudian menjadi langganan bagi pasangan muda mudi yang ingin berkencan dengan cara menginap. Mirisnya, homestay ini juga menjadi langganan para PSK freelance. Salah satu PSK freelance yang turut diamankan saat itu, sebut saja Suci.

Gadis 20 tahun asli Surabaya tersebut mengaku sudah 20 kali cek in di homestay itu. Selama itu pula, baru kali ini dirinya digerebek. Gadis yang memasang tarif kencan 500 ribu sekali kencan (2 jam) tersebut tidak menampik jika menginap disana sudah menjadi langganannya.

"Setiap ada pria yang memakai jasa saya. Saya pasti ajak ketemuan dan cek in di homestay rotterdam ini. Karena murah. Sehingga pelanggan saya nggak keberatan. Sebab yang membayar biaya cekin adalah pelanggan, bukan saya," aku gadis bertubuh gemuk ini.

Sementara itu, Kanit PPA Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni menyebut, tidak menuntut kemungkinan, Sumi sang pemilik homestay bakal dinaikan statusnya menjadi tersangka. "Makanya ini dia masih kami periksa secara intensif. Jika terbukti bersalah, pasti akan kita naikkan statusnya," tutupnya.BKR



Komentar Anda