5 Cara Pakai Pelembab Wajah Agar Hasilnya Maksimal

 

Ilustrasi


SURABAYAPAGI.com - Banyak orang yang sudah rutin menggunakan pelembab wajah tapi tidak kunjung mendapatkan hasil yang diinginkan. Bisa jadi ini karena cara pakainya yang keliru.

Meski memang kelihatannya cuma dioles di kulit, pakai pelembap tidak boleh sembarangan. Ikuti panduan cara pakai pelembap wajah yang benar di bawah ini.

1. Ratakan dari sisi luar ke dalam

Cara pakai pelembab yang asal oles tentu tidak membuat kulit wajah mendapatkan manfaatnya.

Pertama, totol-totolkan dulu krim pelembap di seluruh wajah. Ratakan dari sisi terluar wajah menuju bagian tengah dengan gerakan memutar ke atas.

Mulailah dari bagian tengah dagu. Pijat perlahan-lahan dengan gerakan melingkar lembut ke garis rahang menuju dahi dan berakhir di area hidung.

Bila kamu menggunakannya dengan arah yang terbalik — dari area hidung menuju telinga — maka residu pelembap akan tertinggal dan menumpuk di sekitar jalur garis rambut.

Cara pakai seperti ini menyebabkan pori-pori tersumbat di sekitar garis rambut dekat telinga. Ketika pori-pori tersumbat, bukannya wajah jadi bersih, justru timbul banyak komedo dan jerawat di area tersebut.

2. Jangan lupakan bagian leher

Fungsi utama pelembab adalah untuk membuat kulit tetap halus, kenyal, serta tidak kering. Mungkin, kebanyakan dari kita tidak begitu memedulikan kulit bagian leher. Padahal, kulit leher adalah perpanjangan dari kulit wajah yang butuh dirawat juga.

Kebanyakan orang akan menggunakan pelembab dengan jumlah lebih banyak di wajah, kemudian menggunakan sisanya hingga ke leher. Ini adalah kesalahan yang paling umum dilakukan. Sebaiknya, gunakan satu oles pada wajah dan gunakan satu oles lagi untuk leher.

Jika hanya setengah-setengah, bisa jadi nanti warna kulit leher dengan wajah jadi berbeda. Tidak mau seperti itu, kan?

3. Gunakan sesegera mungkin setelah mandi

Kebanyakan orang pakai pelembab setelah mandi atau membersihkan wajah. Hal ini tidak salah, karena memang idealnya seperti itu.

Akan tetapi, jangan mendiamkan kulit selama lebih dari semenit. Pasalnya kulit akan mulai dehidrasi karena udara kering mengurangi kelembapan kulit.

Cukup tepuk-tepuk lembut sebentar wajah dengan handuk bersih untuk menghilangkan sisa air mandi yang masih menetes. Sebaiknya gunakan pelembab segera setelah keluar dari kamar mandi, sehingga kelembapan wajah masih terjaga dan mencegah risiko kulit kering dan pecah-pecah.

4. Pakai pelembap yang sesuai dengan jenis kulit wajah

Banyak orang yang merasa tidak masalah menggunakan produk pelembab yang sama untuk wajah dan kulit tubuhnya. Padahal, hal ini justru akan membuat kulit wajah menjadi cenderung berminyak.

Sebenarnya, kandungan pelembab untuk kulit tubuh lebih berminyak, karena digunakan untuk melembapkan bagian tubuh yang cenderung kering, seperti lutut dan siku tangan.

Nah, kalau kamu menggunakannya juga untuk wajah, sementara wajahmu adalah jenis yang berminyak, maka akan memperparah kondisi minyak wajah.

Selain itu, pelembab khusus kulit juga bisa menyumbat pori-pori apabila digunakan untuk kulit wajah dan malah akan menyebabkan jerawat.

Ingatlah bahwa kulit wajah lebih sensitif dibanding bagian lain tubuh, dan kulit tangan dan kaki lebih tebal dan elastis daripada kulit di daerah lainnya.

Singkatnya, orang dengan kulit normal dapat menggunakan pelembab ringan yang mengandung minyak alami, namun orang dengan kulit kering membutuhkan lotion yang lebih berat yang dapat mengunci kelembapan kulit.

5. Jangan lupa sesuaikan pelembap dengan cuaca

Tak hanya harus menyesuaikan dengan jenis kulit yang dimiliki, tapi kamu juga harus menyesuaikan iklim dan cuaca di lingkungan. Jika cuaca sangat terik, maka pastikan bahwa pelembap wajah punya kandungan SPF.

Semakin besar kandungan SPF yang dimiliki pelembap, maka semakin bisa melindungi kulit dari paparan sinar UVA dan UVB yang bisa menimbulkan kulit terbakar. Jadi, pastikan memilih pelembab yang tepat sesuai dengan kebutuhan. (kp/cr)



Komentar Anda



Berita Terkait