Alasan Ayu Diah Pasha Gelar Pemilihan Putra Putri Batik

 

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Batik yang sudah dicatat UNESCO sebagai milik Indonesia dapat hilang jika tak diperkenalkan kepada generasi muda. UNESCO sendiri telah mengakui batik sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity kepada Indonesia pada tahun 2009.


Tak heran jika Ketua Umum Ikatan Pencinta Batik Nusantara (IPBN) yang juga pesineteon Ayu Diah Pasha, mengutarakan alasan  menggelar ajang pemilihan Putra Putri Batik Nusantara 2017 ke tujuh kalinya. Ajang ini dianggap bisa membantu melestarikan batik dengan memperkenalkan kepada generasi muda.

“Pemilihan Putra Putri Batik Nusantara 2017, adalah  wahana regenerasi untuk menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan di kalangan anak muda sebagai pewaris budaya bangsa,” tutur Ayu Diah Pasha di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Urai wanita yang amat memperhatikan penapilannya ini, seluruh finalis Putra Putri Batik Nusantara 2017 telah menampilkan aksi terbaik selama audisi hingga malam puncak. Pada malam grand final pun menurutnya sudah tampil maksimal dengan balutan busana batik dari para perancang seperti, Dana Kusuma, Raden Surait, Danjyo Hijyoji, dan Ambah Batik.

“Semoga Putra dan Putri Batik Nusantara 2017 bisa ikut ambil bagian mempromosikan budaya dan pariwisata Indonesia melalui berbagai kegiatan di dalam maupun luar negeri,” ucap Ayu Diah Pasha.

Terpilih sebagai Putra Putri Batik Nusantara 2017 jatuh kepada Steven Valerian dari Jawa Timur (Putra Batik) dan Agisha Febila dari Jawa Barat (Putri Batik) sebagai Juara 1. Sementara Juara 2 oleh Abdy Azwar Sahi dari Banten dan Yasmin Oktavia dari Jawa Timur, ditambah Juara 3 yakni Dika Fadlika dari Jawa Tengah dan Tita Oxa Anggrea dari Jawa Timur.

Steven Valerian dan Agisha Febila berhasil mengalahkan 26 peserta putra dan putri lainnya. Mereka lolos setelah melewati seleksi cukup ketat pada tahap audisi yang diikuti sekitar 74 semifinalis. Kemenangan dinilai langsung oleh para juri, terdiri dari Tantie Koestantia (Pembina IPBN), Musa Widyatmodjo (desainer senior), Titiek Djoko (Yayasan Batik Indonesia) dan lainnya. ds



Komentar Anda



Berita Terkait