Via Vallen

Nama Via Vallen mendadak tenar di tengah persaingan politik menjelang Pilgub Jatim 2018. Pelantun lagu Sayang ini mengaku ditawari oleh dua pasangan calon gubernur Jawa Timur, yakni Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak dan Gus Ipul-Puti Guntur. Namun penyanyi asal Sidoarjo ini membantah jika menjadi tim sukses. "Project sih ke lagunya, jadi kan ada ajak untuk nyanyikan jingle pasangan calon tersebut. Jadi Via yang isi suaranya," ujar Via di Jakarta , kemarin.

Via menegaskan, ia murni menerima itu lantaran sebuah pekerjaan bernyanyi. Bukan mengarahkan para penggemarnya, Vyanisty, untuk memilih pasangan Cagub. "Kalau Via sih sistemnya, saya nyanyi saja dibayar. Saya enggak ikut-ikutan politik. Jadi siapa pun yang mau undang Via, ayo, tugas Via kan menghibur saja. Bukan yang mempengaruhi banget orang-orang, lebih kayak profesional kerja saja sebagai penghibur," ucap penyanyi berusia 26 tahun itu.

Lantas, apakah Via Vallen bisa berefek untuk pasangan Cagub yang mengundang jasanya? "Entah apakah dukungan artis-artis itu miliki efek atau tidak. Pastinya basis penggemar para artis bisa saja mengikuti apa yang dilakukan idola mereka," tutur pakar komunikasi politik Unair, Suko Widodo, Jum'at (12/1) kemarin.

Suko menjelaskan, peran serta artis atau figur publik di setiap gelaran pemilu baik pilkada, pileg dan pilpres, terbilang signifikan dalam mendongkrak popularitas calon. "Ingatan paling segar, saat Joko Widodo maju di Pilpres 2014. Ia mendapatkan dukungan banyak artis hingga menggelar konser bertajuk ‘Dua Jari’. Hasilnya? Bisa dilihat sendiri. Jokowi menang," tandasnya. n yan/ifw