Curah Hujan Meninggi, Pengusaha Ikan Asin Menjerit

 

Proses pengeringan ikan asin. (SP/BYOB)


SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Musim Pancaroba yang dialami Kota Surabaya turut mempengaruhi bisnis Ikan Asin rumahan warga Bulak Cumpat, Surabaya. Cuaca yang tidak menentu turut andil dalam proses pengeringan ikan asin, penurunan hasil ikan asin mencapai 40 persen.

Menurunnya produksi ikan asin juga berimbas pada harga jual ikan asin ke pengepul. dari 30.000 per kilo menjadi 20.000 per kilo untuk jenis ikan asin bulu ayam yang sering menjadi langganan para pengepul.

Salah satu pengusaha ikan asin di daerah tersebut ialah Li’ah (52). Li’ah yang memulai bisnis ikan asin sejak Tahun 2000an ini merasakan dampak dari menurunnya omset perbulan dari berbisnis ikan asin. "Di musim panas saja setoran ikan asin bisa mencapai 20 kilo lebih, jika cuaca seperti ini ya kita hanya bisa setor ke pengepul 5-7 kilo perhari." ujarnya kamis (4/1/2018).

 



Li’ah (52) sedang mengeringkan ikan asinnya. (SP/BYOB)


Hal serupa juga di alamai oleh Qoirul (47) salah satu nelayan di desa Bulak Cumpat, menurutnya hasil tangkapanya juga menurun drastis dari biasanya. "Kendala terbesar para nelayan disini ya hujan angin, jika hujan angin melanda semua nelayan dikampung ini terpaksa libur dari pada berresiko nantinya" ujarnya

Qoirul mulai berlayar menjaring ikan dari pukul 3 pagi dan pukul 4 sore. Karena menurutnya waktu yang tepat untuk menjaring ikan adalah pagi dan sore hari. Jika belakangan hujan sering  terjadi pada sore hari, Beliau hanya bisa menjaring ikan di pagi hari saja.

Yang patut di ketahui ialah, hampir semua warga bulak cumpat berprofesi sebagai nelayan dan pengusaha ikan asin. Jadi jika curah hujan Di Surabaya sedang meninggi beberapa warga pun turut merasakan kerugian serupa. Byob



Komentar Anda



Berita Terkait