Ibu Gubernur Jatim, beserta Ibu Sekda Jatim, dan Anggota DEKRANASDA dalam acara rapat Kerja Nasional DEKRANASDA Tahun 2017 di Jakarta. (SND)

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jatim disebut sukses dalam mengembangkan UKM hingga kancah Nasional. Bahkan Dekranasda Jatim menjadi jujugan belajar Provinsi lain.

Seperti yang terlihat kemarin, Dekranasda Provinsi Bengkulu melakukan studi banding ke Jawa Timur. Mereka menimba ilmu dilakukan dalam rangka untuk mengembangkan kreatifitas kerajinan, kualitas, desain produk, serta sistem pengelolaan manajemen.

Rombongan studi banding Dekranasda Bengkulu berjumlah 10 orang dipimpin langsung Ketua Harian Dekranasda Provinsi Bengkulu, Hj Derta Wahyulin Rohidin dan diterima oleh Sekretaris Dekranasda Jatim Aris Mukiyono di Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan dan Pelatihan serta Promosi Ekspor (P3E) Jalan Kedungdoro Surabaya.

Derta Wahyulin mengatakan, dipilihnya Jawa Timur sebagai tempat studi banding karena pada tahun 2016 Jawa Timur berhasil meraih Dekranasda Award yang artinya bahwa di Jawa Timur pembinaan dan pemberdayaan Usaha Kecil Menengah (UKM) telak dilaksanakan dengan cukup baik.

Oleh karena itu, keberhasilan yang dilakukan Jawa Timur akan ia tiru untuk kemajuan dan peningkatan UKM di Bengkulu. Ia ingin mengembangkan kreatifitas kerajinan, kualitas, desain produk, serta sistem pengelolaan manajemen yang dilakukan di Jawa Timur bisa dikembangkan di Bengkulu.

Sekretaris Dekranasda Jatim, Aris Mukiyono menjelaskan, Dekranasda Jawa Timur saat ini secara progresif terus bersinergi dengan stakeholder, perguruan tinggi, dan dunia usaha dalam rangka pemberdayaan UKM serta terus melestarikan kearifan lokal agar mampu berdaya saing.

Langkah-langkah dilaksanakan antara lain, memberi pelatihan Kewirausahaan guna peningkatan dan pemberdayaan produksi bagi UKM sekaligus membuat legalitas yang kesemuanya difasilitasi oleh Dinas Koperasi dan UKM. Selain itu, juga diberikan pelatihan tentang Teknologi Informasi (IT) guna menghadapi persaingan di era global, memberikan HAKI, serta memberikan standarisasi produk,

Dinas Perindustrian dan Perdagangan juga memberi fasilitasi untuk pelaksanaan pameran pameran baik di dalam dan di luar negeri agar kualitas dan produk UKM Jatim Mampu berdaya saing tingkat global. Negara yang pernah digelar pameran diantaranya Australia, Singapura, dan Swiss. “Di showroom kita ini menampung hasil karya dari 800 UKM dengan harga langsung dari UKM tanpa kita ambil untung. Dekranasda ini tanpa ambil untung, kita memberi ruang dan fasilitasi pemasaran,” ujarnya.

Usai melakukan pertemuan, rombongan berkesempatan mengunjungi Showroom Dekranasda Jawa Timur yang ada di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan dan Pelatihan serta Promosi Ekspor (P3E) Jalan Kedungdoro Surabaya. Dalam kunjungannya, diawali dari lantai dasar merupakan pusat oleh-oleh serta kerajinan khusus kayu, meubel, kulit, barang dari kulit, inakarf, makanan dan minuman ringan.

Setelah puas berkeliling di lantai dasar, rombongan naik di showroom lantai dua untuk melihat dan membeli berbagai kerajinan batik tulis yang cukup bagus dengan harga terjangkau. Selain batik di showroom tersebut juga dipajang aneka ragam kerajinan bordir, sulam, asesoris dan manik-manik berkualitas ekspor hasil dari Industri Kecil Menengah (UKM) dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. arf