Bermodal Kreatif dan Hobi Usaha Online Tas Bergambar

 

Chusnul Feny dengan tas hasil karyanya


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ibu satu anak ini berhasil merintis usaha membuat tas bergambar karakter kartun. Memanfaatkan teknologi e-commerce, ia memasarkan hasil karyanya lewat akun instagramnya. Memulai usaha bukan tidak mungkin dilakukan meski di tengah sibuk mengurus rumah dan merawat anak. Hal itu dibuktikan oleh warga Dinoyo Tangsi III, Chusnul Feny (35).

"Sudah dua tahun belakangan benar-benar produksi untuk dijual. Biasanya pesan by order, sekarang coba buat dan ditawarkan secara online," kata Feny, (25/11).

Lulusan Arsitektur ITN Malang ini memang sudah hobi menggambar sejak kecil. Saat mencoba merintis bisnis tas bergambar ini, ia hanya iseng membeli bahan kain dan ia lukis dengan tangan dengan gambar sesuai yang ia inginkan atau yang diinginkan pemesan. Namun lantaran proses lukis dengan tangan terbilang lama, bahkan sampai satu bulan, akhirnya ia memutuskan untuk menggunakan teknologi digital.

"Jadi agar lebih cepat selesainya, saya menggambar di kertas dan saya warna, lalu saya scan. Saya nggak pakai warna komputer karena tidak bisa gradasi. Baru diprint di kainnya," kata Fenny. Ia pun mengetahui cara dan teknologi print kain itu setelah bergabung dengan komunitas sesama penjahit.

Tas yang ia produksi cukup beragam. Ada tas laptop, pouch, tempat pensil dan juga tas ukuran sedang hingga besar. Semua bisa dipesan dengan online dan sesuai selera. Ia bahkan memberikan ruang khusus bagi pelanggannya yang ingin menambahkan karakter atau gambar yang diinginkan selama waktu pemesanan.

Mulai karakter kartun, wajah, ataupun adat tertentu. Dengan kelihaian menggambarnya, bisa ia lakukan sesuai pemesanan. Namun jangka waktu untuk memberi masukan atau tambahan hanya sampai sebelum gambar naik cetak. Sebab untuk mencetak gambar ke kain, Fenny harus mengirimnya dulu ke Jakarta.

"Printnya memang di Jakarta, sempat sih coba di kota lain, namun hasilnya kurang memuaskan, seperti kurang tajam atau warnanya jadi kurang kuat," kata Fenny.

Kini tas buatan Fenny sudah masuk ke pasar hingga luar Surabaya. Dengan menjual produk seharga Rp 150 ribu hingga Rp 350 ribu, produk milik Fenny ini sudah dijajal pembeli bahkan hingga wilayah Papua.

"Jaringan pertemanan sangat membantu dalam menggaet pasar. Dan saya sangat dibantu dengan teknologi toko online yang kini ada, tanpa meninggalkan anak saya bisa tetap berkarya," katanya.

Ke depan ia ingin mencoba teknik baru dalam usaha tasnya. Yaitu dengan mengembangkan tas dengan motif gambar batik colet. Tekniknya lebih mudah dibandingkan dengan batik tulis namun hasilnya ia yakini tak kalah bagus.

"Kalau boleh berharap sih, ada dukungan dari Pemkot, bagi pengusaha pemula seperti saya bisa dibantu alat printing kain, sebab di Surabaya belum ada," katanya. su



Komentar Anda