Pertamina Beri Pinjaman Kredit Sejumlah Rp 7,4 Milyar Kepada Petani Kentang

 

GM Pertamina Geotermal Energi (PGE) Area Kamojang Wawan Darmawan bersama tim CSR Pertamina melakukan panen perdana kentang bersama petani binaan Pertamina.


SURABAYAPAGI.COM, Garut – PT Pertamina memberi kredit bagi para petani kentang di Garut sejumlah Rp 7,4 miliar untuk tiga tahun dimulai pada tahun ini. 

Hal itu dilakukan di tengah minimnya kredit perbankan untuk mengguyur para petani kentang di Garut ini dengan permodalan yang memadai. 

Pada Kamis (19/10/2017), sebanyak 128 orang petani kentang di Garut mendapat bantuan kredit dengan sistem pembayaran panen bayar (yarnen), melakukan panen perdana diatas lahan seluas 76 hektar di Kampung Panyingkiran Desa Sukawangi Kecamatan Cisurupan. 

Dari lahan 76 hektar akan dihasilkan kentang sebanyak kurang lebih 1.000 ton dari masa panen sejak September-Januari 2018.

Vice President dan SMEPP Pertamina, Agus Mashud mengungkapkan, kredit bagi para petani yang disalurkan ke petani diberikan dengan metode bayar panen selama tiga tahun ke depan. Bantuan, diberikan kepada para petani sejak bulan Mei lalu.

"Dananya kita salurkan lewat koperasi yang mengawasi penggunaan dana sekaligus menampung hasil taninya," katanya.

Agus menilai, hasil panen kentang para petani yang melimpah, sangat menggembirakan dan menjadi tolak ukur keberhasilan program kemitraan yang digulirkan Pertamina dalam rangka peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya petani.

"Koperasinya juga menampung hasil tani dari petani dengan membeli dengan harga yang layak, kita berharap mereka bisa lepas dari jeratan rentenir dan tengkulak akibat sulitnya mendapat pinjaman modal lunak," katanya.

Agus mengklaim, program kemitraan Pertamina dengan petani, bukan hanya dilakukan di Garut.

Di Jawa timur ada 3400 petani tebu di sekitar pabrik gula PTPN XII yang diberi modal usaha dan juga 300 petani kopi yang ada di sekitar wilayah PTPN XI.

Selain itu, ada juga bantuan bagi nelayan di Banten dalam rangka peningkatan kemampuan teknis berupa alat tangkap ikan dan akses pemasaran. lx/kmp

 



Komentar Anda