Executive Vice President, International Business Church's Chicken, Tony Moralejo dan Managing Director PT Quick Serve Indonesia, Ivan Kristianto (tengah) melayani konsumen di pembukaan gerai Texas Chicken Kertajaya, Rabu (7/2).

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Surabaya masih menjadi tempat yang menjanjikan untuk bisnis kuliner. Terbukti banyak investor di bisnis ini yang melebarkan sayap dengan membuka restoran di Kota Pahlawan ini.

Salah satunya Texas Chicken yang kini membuka cabang lagi di kawasan Surabaya Timur, Rabu (7/2).

Bergairahnya kembali minat investor untuk membidik Surabaya sebagai tempat yang menjanjikan dibenarkan Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jawa Timur Tjahjono Haryono. Tjahjono mengatakan bisnis food and beverage (F&B) di Surabaya masih menarik bafi investor.

“Resto luar negeri pun berbondong-bondong masuk ke sini. Kalau asing sudah antre mau masuk, apalagi yang lokal. Ini indikasi akan meningkatnya bisnis ini,” ujar Tjahjono.

Sementara itu, Texas Chicken terus mengembangkan sayapnya di Kota Surabaya. Melalui operator yang lain yakni PT Quick Serve Indonesia, Texas Chicken sudah membuka dua gerai baru di Kota Pahlawan ini.

Pertama di Plasa Tunjungan dan kedua di kawasan Kertajaya Indah. Di Kertajaya Indah adalah gerai mandiri yang tidak berada di pusat perbelanjaan. Ini yang membuatnya menjadi sangat berbeda dengan konsep resto yang lebih modern.

“Kami akan ikut meramaikan dengan membuka banyak gerai di kawasan Pulau Jawa dan Bali,” ujar Managing Director PT Quick Serve Indonesia, Ivan Kristianto.

Bergabungnya PT Quick Serve Indonesia dengan Texas Chicken dan menjadi salah satu pemegang waralaba restoran cepat saji ini karena pasar Indonesia masih sangat menjanjikan. Dikatakan Ivan, pasar Indonesia sangat menyukai menu ayam goreng.

“Saya jatuh hati ketika pertama kali mencicipi Texas Chicken. Inilah yang membuat saya ingin menjadi bagian dari restoran ini,” tukasnya.

Dengan mulai menggeliatnya bisnis ini salah satunya dengan masuknya Texas Chicken ke Surabaya dengan operator baru lagi, Tjahjono mengatakan di 2018 ini, bisnis kafe dan restoran diprediksi akan bertumbuh sebesar 20 persen.

Pertumbuhan ini meningkat dibandingkan tahun 2017 yang mencapai angka pertumbuhani 16 persen dibanding 2016.

“Kota Surabaya menarget pada 2018 ini pajak kafe dan restoran bisa memberikan kontribusi sebesar 30 persen atau senilai lebih kurang Rp 400 miliar,” jelas Hardjono.