Jaga Angka Penjualan, Air Mancur Minta Masukan Pedagang Jamu

 

Fachri Ramdhani (tengah), Trade Marketing Manager PT. Air Mancur bersama pedagang Jamu di Surabaya, Minggu (10/12/2017)


 
 
 
 
SURABAYAPAGI (Surabaya) – Jalinan saling menguntungkan antara produsen dengan retailer terus dijaga oleh PT Air Mancur. Produsen Jamu ternama di Indonesia ini, kemarin menggelar acara gathering dengan 150 pedagang jamu di Surabaya dan sekitarnya.   
 
Fachri Ramdhani, Trade Marketing Manager PT. Air Mancur mengatakan, acara gathering ini bertujuan untuk memperkuat hubungan dan berbagi pengetahuan tentang industri jamu dan obat herbal kepada para pedagang khususnya di kota Surabaya. Diharapkan dalam kegiatan ini PT Air Mancur dapat lebih berperan aktif untuk menerima informasi dan kesulitan yang selama ini dialami oleh para pedagang sehingga dapat memberikan kontribusi lebih untuk membantu para pedagang dan meningkatkan industri jamu di kota Surabaya. “Gathering ini, kita sudah lakukan di Bandung, Solo dan hari ini di Surabaya. Kita ingin mendekatkan lagi PT Air mancur dengan pedagang jamu,” kata Fachri, di RM Primarasa Jl A Yani Surabaya, Minggu (10/12/2017). 
 
 
Dalam acara ini, melibatkan dari tingkat pedagang jamu gendong hingga grosir jamu. Selain akan diadakan acara diskusi dan seminar dengan narasumber salah satu pimpinan dari PT. Air Mancur dalam acara ini juga akan dilakukan pemberian reward dan doorprize untuk para pedagang yang selama ini sudah menjalin kerjasama yang baik dengan PT. Air Mancur.
 
Fachri menambahkam, Industri obat herbal punya tantangan besar sekarang ini. Karena selama ini dilihat dukungan dari pemerintah, lebih kepada tumbuhnya industry obat-obatan bahan kimia melalui program BPJS dengan obat generiknya. Sehingga secara tidak langsung, orang yang biasa biasanya minum jamu, sekarang karena obat-obatan murah dan ke rumah sakit gampang, akhirnya mereka beralih menggunakan fasilitas BPJS,” ungkapnya.
 
Secara industry, pengaruh BPJS pada pelambatan industry Jamu itu 10-15%. Ada pola konsumsi di masyarakat, pihaknya mendapat data dari survey internal. Ada penurunan dari segi konsumsi konsumen jamu. “Dari pedagang, kita survey rata-rata jika biasanya sehari 30-50 gelas, sekarang turun jadi 20-30 gelas perhari,” imbuhnya.
 
 
Ini salah satu tantangan buat PT Air Mancur yang berpusat di Solo ini. Apalagi ada beberapa perusahaan jamu ada yang goyah. “Ini salah satu tanda, kita sebagai pelaku di industry jamu kita lebih perhatikan lagi stakeholder kita salah satunya pedagang jamu. Sekarang siapa lagi yang perhatiin mereka selain kita sendiri,” jelasnya.
 
Saat ini, PT Air Mancur juga sedang fokus penjualan di area jawa. Khususnya Jawa Timur yang menjadi penyumbang pembelian produk jamu Air Mancur secara nasional sebesar 40%. Apalagi di Jawa Timur ini, ada pasar yang cukup besar konsumen Jamu pelanggan produk Air Mancur. Yakni di Surabaya, Jember dan Tapal Kuda. “Rata-rata Perdagangan Jamu produk dari air mancur itu masih tumbuh bagus, tidak sampai pada angka stagnan,” tandas Fachri.
 
Saat ini, lanjut Fachri, produk Air mancur ada beberapa kategori. Yakni, Healthy drink (madurasa), Herbal Medicine (jamu), Personal Care (Harum Sari). Sekarang yang pertumbuhannya pesat sekali di kategori Herbal Medicine atau jamu. “Jatim kontribusinya growth besar di Herbal Medicine, tahun ini 50-60% dibanding tahun kemarin,” sebutnya.
 
Akhir tahun kita keluarkan produk baru kita mengikuti format obat yang modern. Berbentuk suplemen atau pil. “Produk Jamu bersalin kita sekarang masih serbuk, tapi tahun depan kita dalam bentuk cream,” pungkasnya berinovasi. rko



Komentar Anda



Berita Terkait